Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Satu kali transaksi, kawanan pengedar pil mendapat keuntungan 15-20 juta.

Sleman-KoPi| Kepolisian Daerah DIY (POLDA DIY) bersama direktorat reserse narkoba (DITRESNARKOBA) POLDA berhasil meringkus kawanan pemasok dan penjual pil obat berbahaya trihexypenidyl. Obat-obatan inipun mampu memberikan keuntungan yang besar bagi setiap pemasok dan penjualnya.
 
Kabidhumas POLDA DIY, AKBP Yulianto pun mengungkapkan, pemilik pil yang berjumlah 455 ribu butir berinisial AS yang ditangkap Maret lalu, bersama pemasok-pemasok lainnya mampu mendulang keuntungan 15 hingga 20 juta rupiah dalam satu kali pengiriman. Tak heran, salah satu tersangka berinisial D mampu membeli motor baru seharga kurang lebih 30 juta rupiah yang hanya melakukan 2 kali pengiriman. 
 
"D ini hasil penjualannya dibelikan untuk motor dan itu hanya dua kali transaksi tapi transaksinya itu besar, "ujar Yulianto saat jumpa pers di Polda DIY, Jumat (20/4).
 
Polda DIY pun berhasil meringkus kurang lebih 14 tersangka pada operasi narkoba di bulan April. Lima tersangka diantaranya merupakan pengembangan pada kasus dibulan Maret yang menangkap tersangka FH. Barulah pada bulan April, sang pemilik pil inisial AS ditangkap bersama tersangka lainnya berinisial D, BRH, SPY dan SHS, SRN.
 
Mereka pun beroperasi pada tahun 2017 dari bulan Juli hingga Desember. Dari keterangan salah satu tersangka berinisial SRN, ia sudah menjual pil trihexa total 1100 botol. Pada pengakuan FH, setiap botol dijual dengan harga 1,8 juta rupiah.
 
Yulianto pun menerangkan setiap tingkatan antar penjual, masing-masing mendapat uang keuntungan yang berbeda. Semakin jauh dari pemasok utama maka keuntungan yang diterima penjual semakin kecil. Namun jika dekat dengan pemasok maka keuntungan semakin besar. 
 
"Harga di posisi di level paling bawah posisi paling bawah itu pada saat rilis di bulan maret harga per botolnya 1,8 juta, di atasnya Itu modalnya satu juta. Semakin keatas (mendekati pemasok) maka modalnya semakin kecil sehingga keuntungan nya semakin besar ,"tuturnya.
 
Meski POLDA sudah memutus salah satu rantai pengedar, namun kepolisian masih mencari salah satu satu pengedar ,berinisial Mr X, yang ikut bermain di penjualan trihexa. Wakil ditresnarkoba, AKBP Baron Wuryanto mengatakan pihaknya akan terus mengejar Mr X untuk menghentikan peredaran narkoba dan pil berbahaya di DIY. 
 
"Dengan ditangkapnya kawanan ini dan satu lagi yang masih DPO, artinya kita sudah memutus salah rantai pengedaran narkoba di DIY," pungkas Baron. 
back to top