Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Satu dekade tragedi dahsyat Tsunami Aceh

Satu dekade tragedi dahsyat Tsunami Aceh

KoPi|Tanggal 26 Desember 2004 merupakan hari yang bersejarah bagi masyarakat Aceh dan Indonesia. Tepat pada tanggal tersebut satu dekade sudah tragedi gempa disertai gelombang tsunami dahsyat berlalu menerpa Aceh dan sebagian Asia Tenggara, namun bayang-bayang kejadian tersebut masih terekam di memori masyarakat Aceh dan Indonesia.

Dibalik duka dari bencana tersebut, tersimpan duka yang sangat mendalam bagi masyarakat yang selamat dari kejadian tersebut, seperti Martinus yang terombang ambing dilautan selama 21 hari dari kayu ke kayu yang lain untuk bertahan hidup, pada akhirnya diselamatkan oleh nelayan dan diserahkan ke wartawan asing. Rahmi yang berhasil selamat dengan memanjat rumahnya hingga berhasil naik ke atas atap, Ayah Rahmi yang juga selamat berkat pertolongan jerigen minyak. 

Setelah gelombang surut masyarakat yang selamat berbondong mendatangi Masjid Agung Baiturahhman, disana air gelombang tsunami tidak sampai menyentuh lantai masjid. Tak jarang juga mereka tidur dengan mayat, yang awalnya selamat dan paginya masih berbincang-bincang malamnya menghembuskan nafas terakhir. 

Sangat disayangkan juga disaat terjadi bencana banyak pencuri-pencuri yang memanfaatkan keadaan dengan mengambil harta benda yang masih dikenakan oleh korban tsunami atau menyebarkan isu dengan datangnya tsunami lagi sehingga masyarakat ketakutakan dan melarikan diri ketempat yang lebih tinggi. Disaat keadaan sepi tersebut para pencuri beraksi dengan menjarah harta benda mereka. Para pelaku pencuri harta mendapatkan azabnya yaitu dihantui perasaan bersalah ataupun dihantui para korban dan tidak sedikitpun menjadi gila, karena pemerintah dan aparat kepolisian lebih memfokuskan kepencarian korban tsunami akhirnya kasus pencurian perlahan-lahan dilupakan. 

Dengan demikian, mengenang kembali kejadian Tsunami di Aceh bukan untuk membuka luka lama, tapi untuk dijadikan pelajaran berarti bagi hidup kita untuk  lebih mendekatkan diri pada sang ilahi. |dari berbagai sumber|Chan|

 

 

 

 

back to top