Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Sanggar kampung pinggiran Code 'SAKI' adakan festival Kampungku Uripku

Sanggar kampung pinggiran Code 'SAKI' adakan festival Kampungku Uripku

Jogjakarta-KoPi| Ruang hidup warga di kawasan urban Jogjakarta kini semakin terdesak dengan pembangunan mall dan hotel. Memperjuangkan ruang hidup menjadi keniscayaan yang dilakukan oleh warga.

Salah satu bentuk kepedulian terhadap kondisi saat ini CreativeNet bekerjasama dengan SAKI (Sanggar Anak Kampung Indonesia) memberdayakan masyarakat kampung. Mereka menekuni dunia kreatif untuk melakukan aksi. Langkah mereka dengan menggandeng komunitas GPP08 Prawirotaman II dan Komunitas cemara Ledok Code.

Seluruh praktik kreatif ini merupakan gagasan komunitas melanuching festival ‘Kampung Uripku’.  Bersamaan dengan festival akan dilaunching juga karya SAKI berupa gerobak perpustakan keliling dan gerobak outlet produk karya anak kampung.

Menurut panitia festival, Anang Nasihudin SAKI hadir merespon peliknya problem sosial dan kontekstual di masyarakat Jogja. Festival ini bentuk kemandirian masyarakat kampung mengimbangi dinamika perkembangan kota.

“Kami ada dua gerobak yang dilaunching, gerobak perpustakaan keliling itu menunjukna bahkan pendidikan itu gak harus mahal, kenapa kita pakai gerobak sebagi antisipasi kalau bantaran kampung kami terkena banjir dan gerobak ini lebih mobile,” jelas Anang saat konferensi pers di Kampung Ledok Tukangan pukul 14.00 WIB.

Selain konsern pada akses pendidikan, SAKI juga menaruh perhatian besar pada skill pemuda kampung. Adanya gerobak outlet produk karya anak kampung menjual produk warga SAKI.

“Di sini anak-anak mudanya membuat beragam produk, masalah kami adalah soal pemasaran sehingga kita akan mengelilingkannya dengan gerobak yang menarik ini,” kata Anang.

Festival “Kampungku Uripku” akan diselenggarakan pada tanggal 12 September-13 September di Kampung Ledok Tukangan. Turut hadir dalam festival tokoh budaya Jogja, Marwoto.

Acara kirab budaya menjadi prolog Festival “Kampungku Uripku” yang dilaksanakan pukul 15.30 WIB, lalu dilanjutkan launching gerobak perpustakaan. Malam harinya penampilan hiburan musik dan tari dari warga Kampung Ledok Tukangan. |Winda Efanur FS|

back to top