Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Sanggar kampung pinggiran Code 'SAKI' adakan festival Kampungku Uripku

Sanggar kampung pinggiran Code 'SAKI' adakan festival Kampungku Uripku

Jogjakarta-KoPi| Ruang hidup warga di kawasan urban Jogjakarta kini semakin terdesak dengan pembangunan mall dan hotel. Memperjuangkan ruang hidup menjadi keniscayaan yang dilakukan oleh warga.

Salah satu bentuk kepedulian terhadap kondisi saat ini CreativeNet bekerjasama dengan SAKI (Sanggar Anak Kampung Indonesia) memberdayakan masyarakat kampung. Mereka menekuni dunia kreatif untuk melakukan aksi. Langkah mereka dengan menggandeng komunitas GPP08 Prawirotaman II dan Komunitas cemara Ledok Code.

Seluruh praktik kreatif ini merupakan gagasan komunitas melanuching festival ‘Kampung Uripku’.  Bersamaan dengan festival akan dilaunching juga karya SAKI berupa gerobak perpustakan keliling dan gerobak outlet produk karya anak kampung.

Menurut panitia festival, Anang Nasihudin SAKI hadir merespon peliknya problem sosial dan kontekstual di masyarakat Jogja. Festival ini bentuk kemandirian masyarakat kampung mengimbangi dinamika perkembangan kota.

“Kami ada dua gerobak yang dilaunching, gerobak perpustakaan keliling itu menunjukna bahkan pendidikan itu gak harus mahal, kenapa kita pakai gerobak sebagi antisipasi kalau bantaran kampung kami terkena banjir dan gerobak ini lebih mobile,” jelas Anang saat konferensi pers di Kampung Ledok Tukangan pukul 14.00 WIB.

Selain konsern pada akses pendidikan, SAKI juga menaruh perhatian besar pada skill pemuda kampung. Adanya gerobak outlet produk karya anak kampung menjual produk warga SAKI.

“Di sini anak-anak mudanya membuat beragam produk, masalah kami adalah soal pemasaran sehingga kita akan mengelilingkannya dengan gerobak yang menarik ini,” kata Anang.

Festival “Kampungku Uripku” akan diselenggarakan pada tanggal 12 September-13 September di Kampung Ledok Tukangan. Turut hadir dalam festival tokoh budaya Jogja, Marwoto.

Acara kirab budaya menjadi prolog Festival “Kampungku Uripku” yang dilaksanakan pukul 15.30 WIB, lalu dilanjutkan launching gerobak perpustakaan. Malam harinya penampilan hiburan musik dan tari dari warga Kampung Ledok Tukangan. |Winda Efanur FS|

back to top