Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sampanye berumur 170 tahun ditemukan di Dasar Laut

Sampanye berumur 170 tahun ditemukan di Dasar Laut

KoPi|Setiap ahli minuman anggur mengetahui bahwa harga dari anggur tua,  tapi hanya sedikit yang punya kesempatan untuk merasakan sampanye berumur 170 tahun dari dasar laut.

Pada tahun 2010, para penyelam menemukan 168 botol ketika menjelajah kapal tenggelam di Laut Baltic tepatnya di Finlandia. Ketika mereka merasakan anggur tersebut, mereka menyadari bahwa anggur ini telah berumur lebih dari 1 abad.

Pakar analisis kimia pada anggur kuno menunjukkan bagaimana anggur pada abad 19 itu dibuat.

Setelah 170 tahun terkubur di dasar laut, sampanye ini menunjukkan kepada kita tentang sejarah pembuatan anggur.” Tulis seorang peneliti di sebuah jurnal.
Dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh Phillipe Jeandet, seorang professor biokimia makanan dari Universitas Reims, Sampanye-Ardenne dari Prancis, peneliti menemukan bahwa komposisi anggur yang terdapat pada sampanye dalam kapal itu dan membandingkannya dengan sampanye modern.

Secara mengejutkan, “kami menemukan bahwa komposisi kimia pada anggur 170 tahun ini…sangat mirip dengan komposisi yang terdapat pada sampanye modern,” kata Jeandet pada Live Science. Namun, ada perbedaan yakni, “terdapat gula didalamnya.”

Komposisi kimia yang terdapat pada anggur tersebut sama persis dengan diharapkan oleh para ahli yang digambarkan sebagai “terpanggang, pedas, berasap dan kasar, bersatunya rasa buah dan tanaman.” |foxnews.com|Roihatul Firdaus|


back to top