Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sampanye berumur 170 tahun ditemukan di Dasar Laut

Sampanye berumur 170 tahun ditemukan di Dasar Laut

KoPi|Setiap ahli minuman anggur mengetahui bahwa harga dari anggur tua,  tapi hanya sedikit yang punya kesempatan untuk merasakan sampanye berumur 170 tahun dari dasar laut.

Pada tahun 2010, para penyelam menemukan 168 botol ketika menjelajah kapal tenggelam di Laut Baltic tepatnya di Finlandia. Ketika mereka merasakan anggur tersebut, mereka menyadari bahwa anggur ini telah berumur lebih dari 1 abad.

Pakar analisis kimia pada anggur kuno menunjukkan bagaimana anggur pada abad 19 itu dibuat.

Setelah 170 tahun terkubur di dasar laut, sampanye ini menunjukkan kepada kita tentang sejarah pembuatan anggur.” Tulis seorang peneliti di sebuah jurnal.
Dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh Phillipe Jeandet, seorang professor biokimia makanan dari Universitas Reims, Sampanye-Ardenne dari Prancis, peneliti menemukan bahwa komposisi anggur yang terdapat pada sampanye dalam kapal itu dan membandingkannya dengan sampanye modern.

Secara mengejutkan, “kami menemukan bahwa komposisi kimia pada anggur 170 tahun ini…sangat mirip dengan komposisi yang terdapat pada sampanye modern,” kata Jeandet pada Live Science. Namun, ada perbedaan yakni, “terdapat gula didalamnya.”

Komposisi kimia yang terdapat pada anggur tersebut sama persis dengan diharapkan oleh para ahli yang digambarkan sebagai “terpanggang, pedas, berasap dan kasar, bersatunya rasa buah dan tanaman.” |foxnews.com|Roihatul Firdaus|


back to top