Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Sampanye berumur 170 tahun ditemukan di Dasar Laut

Sampanye berumur 170 tahun ditemukan di Dasar Laut

KoPi|Setiap ahli minuman anggur mengetahui bahwa harga dari anggur tua,  tapi hanya sedikit yang punya kesempatan untuk merasakan sampanye berumur 170 tahun dari dasar laut.

Pada tahun 2010, para penyelam menemukan 168 botol ketika menjelajah kapal tenggelam di Laut Baltic tepatnya di Finlandia. Ketika mereka merasakan anggur tersebut, mereka menyadari bahwa anggur ini telah berumur lebih dari 1 abad.

Pakar analisis kimia pada anggur kuno menunjukkan bagaimana anggur pada abad 19 itu dibuat.

Setelah 170 tahun terkubur di dasar laut, sampanye ini menunjukkan kepada kita tentang sejarah pembuatan anggur.” Tulis seorang peneliti di sebuah jurnal.
Dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh Phillipe Jeandet, seorang professor biokimia makanan dari Universitas Reims, Sampanye-Ardenne dari Prancis, peneliti menemukan bahwa komposisi anggur yang terdapat pada sampanye dalam kapal itu dan membandingkannya dengan sampanye modern.

Secara mengejutkan, “kami menemukan bahwa komposisi kimia pada anggur 170 tahun ini…sangat mirip dengan komposisi yang terdapat pada sampanye modern,” kata Jeandet pada Live Science. Namun, ada perbedaan yakni, “terdapat gula didalamnya.”

Komposisi kimia yang terdapat pada anggur tersebut sama persis dengan diharapkan oleh para ahli yang digambarkan sebagai “terpanggang, pedas, berasap dan kasar, bersatunya rasa buah dan tanaman.” |foxnews.com|Roihatul Firdaus|


back to top