Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Sampah hanya ditimbun di TPA, lahan bisa jebol

Sampah hanya ditimbun di TPA, lahan bisa jebol
Surabaya - KoPi | Sampah merupakan salah satu masalah utama kota besar. Pengelolaan sampah di Indonesia masih sering dilakukan tanpa kaidah kelestarian lingkungan. Hal itu diungkap oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
 

KLHK menyebutkan saat ini lebih dari 90% kabupaten/kota di Indonesia masih menggunakan sistem open dumping atau bahkan dibakar proses dalam pongelolaan sampah. Pemerintah daerah masih minim upaya pemilahan dan pengolahan sampah sehingga pada akhirnya sampah hanya ditimbun di TPA.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tuti Hendrawati Mintarsih, menyebutkan hal tersebut diketahui dari hasil studi di beberapa kota pada tahun 2012. Studi tersebut menyebutkan 69 persen pola pengelolaan sampah diangkut dan ditimbun di TPA, 10 persen dikubur, bahkan ada pula yang masih dibakar, yaitu 5 persen. Hanya 7 persen yang mengubah sampah menjadi kompos dan melakukan daur ulang. 7 persen sisanya tidak melakukan pengelolaan sampah.

"Kalau kebijakan 'do nothing' itu tetap dilakukan, maka kebutuhan lahan untuk TPA akan meningkat jadi 1.610 hektare pada tahun 2020," kata Tuti di Surabaya.

Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah harus diubah dari kumpul-angkut-buang menjadi pengurangan sumber dan daur ulang sumberdaya. Untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut, pemerintah telah menetapkan target pengurangan dan pengolahan sampah. Tahun 2019 pemerintah menargetkan timbunan sampah berkurang 20 persen, terutama sampah plastik.

back to top