Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sambut MEA, Jatim ingin bangun agro industri

Sambut MEA, Jatim ingin bangun agro industri
Surabaya - KoPi | Pemerintah Provinsi Jawa Timur punya angan-angan ambisius menghadapi masuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Gubernur Jatim, H Soekarwo menargetkan Jatim dapat menjadi provinsi agro industri yang terkemuka di Asia. Hal tersebut diungkapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disahkan Senin (5/9) lalu.
 

“Kita akan menjadikan Jatim sebagai provinsi agro industri terkemuka di Asia. Ini kan namanya visi, terus dikejar. Lain dengan program, ada batas waktunya,” ujar Soekarwo, Selasa (6/9).

Soekarwo menyatakan ada alasan mengapa memilih visi di bidang agro. Menurutnya, ada waktu di mana 60% penduduk Jawa Timur yang bekerja di sektor pertanian. Namun sekarang posisinya hanya 35%. Agar hasil pertanian yang melimpah tersebut tidak membusuk, maka petani harus masuk pada industri-industri. 

“Yang kita validasi industri primer, yaitu yang mengolah dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi di tempat itu juga. Jadi proses hulu hilirnya satu lokasi. Kalau hilirnya perusahaan besar, dia tetap jadi petani miskin, terutama buruh taninya,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dengan mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi, maka itu menjadi jalan bagi masyarakat Jatim untuk lebih berkembang. 

Untuk mengarah menjadi provinsi industri, lanjutnya, harus dimulai dengan mengembangkan produk olahan sehingga harus ada nilai tambah di dalam bahan baku. “Dari aspek bahan baku Jawa Timur cukup bagus secara kuantitas dan kualitas. Bahkan terbaik di Indonesia,” katanya.

 

back to top