Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sambut MEA, Jatim ingin bangun agro industri

Sambut MEA, Jatim ingin bangun agro industri
Surabaya - KoPi | Pemerintah Provinsi Jawa Timur punya angan-angan ambisius menghadapi masuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Gubernur Jatim, H Soekarwo menargetkan Jatim dapat menjadi provinsi agro industri yang terkemuka di Asia. Hal tersebut diungkapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disahkan Senin (5/9) lalu.
 

“Kita akan menjadikan Jatim sebagai provinsi agro industri terkemuka di Asia. Ini kan namanya visi, terus dikejar. Lain dengan program, ada batas waktunya,” ujar Soekarwo, Selasa (6/9).

Soekarwo menyatakan ada alasan mengapa memilih visi di bidang agro. Menurutnya, ada waktu di mana 60% penduduk Jawa Timur yang bekerja di sektor pertanian. Namun sekarang posisinya hanya 35%. Agar hasil pertanian yang melimpah tersebut tidak membusuk, maka petani harus masuk pada industri-industri. 

“Yang kita validasi industri primer, yaitu yang mengolah dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi di tempat itu juga. Jadi proses hulu hilirnya satu lokasi. Kalau hilirnya perusahaan besar, dia tetap jadi petani miskin, terutama buruh taninya,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dengan mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi, maka itu menjadi jalan bagi masyarakat Jatim untuk lebih berkembang. 

Untuk mengarah menjadi provinsi industri, lanjutnya, harus dimulai dengan mengembangkan produk olahan sehingga harus ada nilai tambah di dalam bahan baku. “Dari aspek bahan baku Jawa Timur cukup bagus secara kuantitas dan kualitas. Bahkan terbaik di Indonesia,” katanya.

 

back to top