Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Sambut MEA, investasi tanah dipastikan meningkat

Sambut MEA, investasi tanah dipastikan meningkat

Jogjakarta-KoPi| Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan menegaskan, Kementrian akan menurunkan kebijakan pertanahan untuk mengantisipasi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Kebijakan tersebut berupa penyewaan tanah terhadap para investor. Pasalnya Era MEA membuka peluang lebar para investor menanam modal di Indonesia.
Ferry menambahkan banyaknya investasi modal, tidak merugikan masyarakat. Justru melalui kebijakan sewa ini bentuk perlindungan negara kepada masyarakat. Hak guna bangunan di atas hak tanah.

"Saya memastikan ada perlindungan negara bagi masyarakat. Mereka (investor) tidak bisa mengeser menggeser tanah masyarakat," papar Ferry seusai Dies Natalia di Fakultas Hukum UGM, pada Rabu, 17 Februari 2016.

Kebijakan penyewaan, yang paling strategis. Kedua belah pihak bisa mencapai win-win solution. Pemilik masih mempunyai hak tanahnya. Sementara investor bebas melakukan usaha.

Kementrian nantinya memfasilitasi antara investor dengan masyarakat pemilik tanah. Prosedur penyewaan berpedoman pada Peraturan Kementrian.

"Dasar ini pakai Permen, tanahnya dia kita kasih koridor saja," kata Ferry.

Kontrak sewa berlaku sekitar 50 tahun. Waktu sewa masih dirumuskan batas maksimalnya.

"(Sewa) ini telah berlaku di Bali, pemilik tanah menyewakan kepada investor," kata Ferry.

Sementara untuk pengambilalihan tanah oleh investor. Ferry memastikan hal itu tidak akan terjadi. |Winda Efanur FS|

back to top