Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Sambut MEA, investasi tanah dipastikan meningkat

Sambut MEA, investasi tanah dipastikan meningkat

Jogjakarta-KoPi| Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan menegaskan, Kementrian akan menurunkan kebijakan pertanahan untuk mengantisipasi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Kebijakan tersebut berupa penyewaan tanah terhadap para investor. Pasalnya Era MEA membuka peluang lebar para investor menanam modal di Indonesia.
Ferry menambahkan banyaknya investasi modal, tidak merugikan masyarakat. Justru melalui kebijakan sewa ini bentuk perlindungan negara kepada masyarakat. Hak guna bangunan di atas hak tanah.

"Saya memastikan ada perlindungan negara bagi masyarakat. Mereka (investor) tidak bisa mengeser menggeser tanah masyarakat," papar Ferry seusai Dies Natalia di Fakultas Hukum UGM, pada Rabu, 17 Februari 2016.

Kebijakan penyewaan, yang paling strategis. Kedua belah pihak bisa mencapai win-win solution. Pemilik masih mempunyai hak tanahnya. Sementara investor bebas melakukan usaha.

Kementrian nantinya memfasilitasi antara investor dengan masyarakat pemilik tanah. Prosedur penyewaan berpedoman pada Peraturan Kementrian.

"Dasar ini pakai Permen, tanahnya dia kita kasih koridor saja," kata Ferry.

Kontrak sewa berlaku sekitar 50 tahun. Waktu sewa masih dirumuskan batas maksimalnya.

"(Sewa) ini telah berlaku di Bali, pemilik tanah menyewakan kepada investor," kata Ferry.

Sementara untuk pengambilalihan tanah oleh investor. Ferry memastikan hal itu tidak akan terjadi. |Winda Efanur FS|

back to top