Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

RUU minuman alkohol mengancam 'minuman tradisional'

RUU minuman alkohol mengancam 'minuman tradisional'

Jogjakarta-KoPi| Tuak dan arak minuman tradisional Indonesia yang terancam musnah akibat RUU minuman alkohol. "Minuman tradisional Indonesia tuak dan arak terancam akan hilang dengan diberlakukannya RUU minuman alkohol," menurut Adi Christanto, Forum Petani dan Produsen Minuman Berfermentasi Tradisional Indonesia. 

RUU minuman alkohol yang berisi VII bab secara tegas menolak segala bentuk minuman berakohol yang beredar di masyarakat termasuk minuman hasil fermentasi tradisional.

RUU ini dirasa kurang efektif karena akan berdampak pada hilangnya minuman arak dan tuak yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun acara adat masyarakat. Selain itu, RUU ini juga akan mengancam keberadaan dari petani siwalan dan kelapa di Bali dan Tuban, yang juga merupakan produsen dari minuman tuak dan arak.

Menurut Adi Christanto, minuman tuak dan arak yang merupakan hasil fermentasi tradisional dari bahan-bahan alami tidak akan mengakibatkan kematian seperti minuman oplosan lainnya, karena minuman tuak dan arak tidak mengandung methanol. Zat methanol inilah yang menyebabkan seseorang mengalami kematian karena meminum minuman alkohol.

"Belum pernah ada laporan orang meninggal karena minum tuak dan arak", jelas Agus Christanto.

Selain itu, RUU minuman alkohol juga dirasa lebih memojokkan keberadaan petani dan produsen minuman berfermentasi tradisional jika dibanding dengan RUU rokok yang sudah terdapat perlindungan dari harga rokok. |Frenda Yentin|Winda EF|

back to top