Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Rusia mengelak dari tuduhan mengebom Suriah

Rusia mengelak dari tuduhan mengebom Suriah

Beirut-KoPi| Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyalahkan tindakan Rusia yang menjatuhkan amunisi dan bom ke pemukiman Suriah. Serangan tersebut menewaskan ratusan warga Suriah.

Dilansir dari Amnesty Internasional pesawat Rusia sengaja menjatuhkan amunisi di areal tersebut sejak 30 September.
Sepanjang bulan September dan November sedikitnya menewaskan 200 warga sipil. Meski demikian, Rusia masih mengelak melakukan pembunuhan warga sipil.

"Beberapa serangan udara Rusia menyerang atau objek sipil dengan memukul daerah pemukiman tanpa target militer jelas dan bahkan fasilitas medis, serangan mengakibatkan kematian dan luka-luka warga sipil," kata Philip Luther, direktur program Amnesty Timur Tengah dan Afrika Utara .

Secara terpisah para pejabat Rusia mengelak dari tuduhan tersebut. Pihak Suriah pun tidak mempunyai bukti serangan militer Rusia.

Juru bicara presiden Rusia, Vladimir Putin Dmitry Peskov mengatakan militer Rusia di Suriah beroperasi sesuai dengan hukum internasional.

"Rusia melakukan operasi sesuai dengan prinsip-prinsip dan norma-norma hukum internasional, termasuk bagian-bagian dari hukum internasional yang mengatur tentang menggunakan dan larangan menggunakan senjata," kata Peskov kepada wartawan.

|foxnews.com|Winda Efanur FS|

back to top