Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rumah warna warni Kali Code belum mendapatkan dukungan Dispar DIY

Rumah warna warni Kali Code belum mendapatkan dukungan Dispar DIY

Jogja-KoPi│Rumah warna warni yang berada di bantaran Kali Code Yogyakarta belum mendapatkan dukungan dan pengembangan pariwisata dari Dinas Pariwisata (Dispar) Yogyakarta.

Rumah-rumah dengan cat warna warni yang terletak di Kampung Code Utara RT 01 RW 01, Kota Baru, Gondokusuman, Yogyakarta ini belum pernah mendapatkan pendidikan, pelatihan serta sosialisasi dari Dinas Pariwisata Yogyakarta terkait pengembangan desa wisata.

Fitri, Ketua RT 01 RW 01 Kampung Code Utara mengaku belum pernah mendapatkan dukungan, pelatihan, pendidikan serta kunjungan dari Dinas Pariwisata Yogyakarta.

Padahal menurutnya pelatihan dan pendidikan tentang pengembangan desa wisata sangat dibutuhkan oleh warga Kampung Code saat ini. Pasalnya warga belum dapat mengatur, mengelola, dan mengorganisir kampung mereka sebagai desa wisata.

“Kami belum ada retribusi, pengelolaan kami masih lemah, warga belum siap. Padahal wisatwan banyak, sudah banyak studi banding. Tapi kami belum bisa mengelola”, jelas Fitri.

Fitri juga mengatakan bahwa sosialisasi tentang desa wisata justru berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sementara Dinas Pariwisata hingga saat ini belum bergerak sama sekali untuk memberdayakan masyarakat.

“Dinas Pariwisata belum menengok, belum ada koordinasi untuk mengembangkan bersama”, jelasnya.

Ia berharap Dinas Pariwisata dapat bekerja sama untuk mengembangkan Kampung Code Utara RT 01 RW 01 sebagai desa wisata, terutama dalam mengembangkan rumah warna warni dan masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Kami berharap dinas pariwisata dapat bekerjas sama untuk mengembangkan rumah warna warni dan memberdayakan masyarakat sekitar. Memberikan pendidikan pengelolaan sehingga kami bisa mengelola rumah warna warni sebagai desa wisata”, pungkasnya.

Terkait masalah tersebut Dispar DIY yang dihubungi KoPi belum memberikan tanggapan.

back to top