Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Rumah singgah PGOT bisa jadi celah 'proyek' pemerintah

karya geladangan non produktif di Panti Singgh Hafara, Bantul karya geladangan non produktif di Panti Singgh Hafara, Bantul

Jogjakarta-KoPi| Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menghimbau kepada seluruh pemda di Indonesia menyiapkan lahan untuk untuk rumah singgah bagi PGOT. Sebagai field project Pemda DIY membuat program Desaku Menanti di Gunung Kidul. Program Desaku Menanti realisasi amanat dari Peraturan Daerah DIY Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis.

Adanya payung hukum kepada PGOT tersebut akan mempermudah penyaluran anggaran dari Kementrian Sosial kepada daerah untuk menuntaskan persoalan PGOT.

Namun Pembina Rumah Singgah Hafara, Chabib Wibawa mengkhawatirkan rencana rumah singgah PGOT akan berujung pada permainan proyek pemerintah semata. Nanti akan muncul banyak LSM baru yang belum memilki kejelasan hukumnya.

“Banyak muncul proyek, muncul LSM yang tidak jelas, makanya itu LSM itu dibenahin dulu sudah berapa tahun sudah jelas belum,” jelas Chabib.

Dalam penuntasan PGOT Chabib mengingatkan pemerintah untuk hadir sesuai dengan semangat Nawacita pemerintahan Joko Widodo. Pemerintah bukan bertindak mengucurkan dana yang ujungnya menjadi proyek dari instansi pemerintah.

Selain itu Chabib menyayangkan rumah singgah program Desaku Menanti di Gunung Kidul masih memfokuskan pada penanganan gelandangan dan pengemis yang produktif. Sementara gepeng yang non produktif belum ada penanganan yang jelas. Padahal gepeng yang non produktif (gangguan jiwa) itu sangat membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Pendampingan PGOT ada dua, gelandangan yang produktif dan yang tidak produktif. Di sini harus ada lintas sektoral, mana KIS (Kartu Indonesia Sehat), itu hak mereka, Bu Khofifah hanya melihat yang produktif. Ini masih banyak lemahnya,” papar Chabib. |Winda Efanur FS|

back to top