Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Rumah singgah PGOT bisa jadi celah 'proyek' pemerintah

karya geladangan non produktif di Panti Singgh Hafara, Bantul karya geladangan non produktif di Panti Singgh Hafara, Bantul

Jogjakarta-KoPi| Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menghimbau kepada seluruh pemda di Indonesia menyiapkan lahan untuk untuk rumah singgah bagi PGOT. Sebagai field project Pemda DIY membuat program Desaku Menanti di Gunung Kidul. Program Desaku Menanti realisasi amanat dari Peraturan Daerah DIY Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis.

Adanya payung hukum kepada PGOT tersebut akan mempermudah penyaluran anggaran dari Kementrian Sosial kepada daerah untuk menuntaskan persoalan PGOT.

Namun Pembina Rumah Singgah Hafara, Chabib Wibawa mengkhawatirkan rencana rumah singgah PGOT akan berujung pada permainan proyek pemerintah semata. Nanti akan muncul banyak LSM baru yang belum memilki kejelasan hukumnya.

“Banyak muncul proyek, muncul LSM yang tidak jelas, makanya itu LSM itu dibenahin dulu sudah berapa tahun sudah jelas belum,” jelas Chabib.

Dalam penuntasan PGOT Chabib mengingatkan pemerintah untuk hadir sesuai dengan semangat Nawacita pemerintahan Joko Widodo. Pemerintah bukan bertindak mengucurkan dana yang ujungnya menjadi proyek dari instansi pemerintah.

Selain itu Chabib menyayangkan rumah singgah program Desaku Menanti di Gunung Kidul masih memfokuskan pada penanganan gelandangan dan pengemis yang produktif. Sementara gepeng yang non produktif belum ada penanganan yang jelas. Padahal gepeng yang non produktif (gangguan jiwa) itu sangat membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Pendampingan PGOT ada dua, gelandangan yang produktif dan yang tidak produktif. Di sini harus ada lintas sektoral, mana KIS (Kartu Indonesia Sehat), itu hak mereka, Bu Khofifah hanya melihat yang produktif. Ini masih banyak lemahnya,” papar Chabib. |Winda Efanur FS|

back to top