Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Rumah sakit rentan digugat pasien di pengadilan

Rumah sakit rentan digugat pasien di pengadilan

Jogja-KoPi| Rumah sakit sebagai instansi pelayanan publik yang kompleks rentan digugat pasien di pengadilan baik karena sistem pelayanan, SOP rumah sakit, kultur organisasi, sistem rujukan maupun komunikasi yang kurang dengan pasien dan pihak-pihak terkait.

 

Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia, DR. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes, mengatakan banyak faktor dalam rumah sakit yang menjadikan rumah sakit rentan digugat di pengadilan.

"Rumah Sakit itu sangat kompleks, hubungan konektifitas antara pasien dengan dokter, keluarga dengan dokter, dokter dengan dokter, dokter dengan direktur, direktur dengan pengurus rumah sakit itu bisa bermasalah. Dalam mengartikan definisi muti saja banyak yang berbeda", jelasnya saat konferensi pers Jogja PERSI Expo 2017 di Hotel Alana Yogyakarta, Senin (8/5).

Ia juga mengatakan kultur organisasi, Sistem Operating System (SOP) rumah sakit yang tidak baik, sistem penanganan, dan alat juga bisa menjadi faktor digugatnya rumah sakit oleh pasien.

"Banyak SOP dan kultur organisasi di rumah sakit juga bisa berpotensi menjadikan rumah sakit digugat. Hal-hal semacam penanganan juga bisa. Semua alat yang ada harus berfungsi dengan baik, karena semua pengen sembuh, jangan sampai ada efek. Semua itu berpotensi digugat", tambahnya.

Selain itu, Dr. Mochammad Syafak Hanung, Ketua PERSI DIY mengatakan faktor pelayanan dan sistem rujukan juga menjadi penyebab digugatnya rumah sakit.

"Sistem rujukan dan pelayanan rumah sakit bisa beropetensi untuk digugat di pengadilan. Kekuatan pemahaman di semua bagian sangat penting untuk itu", jelasnya.

Di sisi lain, data kemenkes tahun 2016 menyebutkan terdapat lebih dari 50 kasus gugatan perdata yang dilayangkan langsung kepada rumah sakit tanpa melalui MDKI.

Gugatan yang dilayangkan ke rumah sakit menurut Dr. Teddy Janong, Bendahara PERSI DIY, dapat diminimalisir dengan SOP yang bagus di rumah sakit, komunikasi yang baik tentang kesehatan dan rumah sakit pada pasien dan pihak-pihak terkait, serta pengetahuan yang baik akan tata cara mediasi yang benar jika menghadapi masalah.

"Harus diajarkan cara melakukan mediasi yang benar dalam menghadapi problem, sebelum adanya gugatan", jelas Dr. Teddy

Kuntjoro menambahkan komunikasi menjadi hal penting dalam mencegah gugatan.

"Komunikasi jadi hal penting dam PR (Public Relations) itu juga sangat peting untuk company empowering", pungkasnya.

back to top