Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

RSM Dr Yap gelar kampanye tahunan untuk melawan resistensi antibiotik

RSM Dr Yap gelar kampanye tahunan untuk melawan resistensi antibiotik

Jogja-KoPi|Rumah sakit mata (RSM) Dr Yap menggelar kampanye rutin tahunan untuk melawan resistensi antibiotik dengan berbagai macam kegiatan, diantaranya kegiatan cap tangan, cuci tangan, senam masal dan talkshow cuci tangan di RSM Dr Yap, Jumat (5/5).

 

Pada kampanye tahun ini pihak RSM Dr Yap mengusung tema melawan resistensi antibiotik dengan mencuci tangan yang diikuti oleh kurang lebih 100 peserta dari institusi sekitar RSM dan karyawan RSM.

Ketua Panitia ,Dr Anggun mengatakan permasalahan resistensi antibiotik makin merebak di masyarakat meski penggunaan antibiotik masih dibilang rasional.

"Kebersihan tangan juga berkaitan dengan resisteni antibiotik, kasus resistensi ini semakin lama semakin banyak, penggunaan yang rasiional saja bisa menyebabkan resistensi apalagi yang irasional”, ujar Ketua Panitia Yang Sekaligus Kepala Instalasi Rawat Inap RSM Dr Yap.

Resistensi antibiotik sendiri merupakan gejala dimana bakteri dapat kebal dan mampu melawan antibiotik yang dikonsumsi pasien yang terkena penyakit infeksi akibat bakteri. Bakteri yang resisten ini bermutasi dan mempengaruhi bakteri lain sehingga bakteri tersebut menjadi resistens terhadap antibiotik.

Dia menambahkan dengan metode cuci tangan,maka setidaknya seseorang dapat mengurangi resistensi antibiotik. Pasalnya cuci tangan sendiri dapat mencegah infeksi terjadi sebelum bakteri masuk ke dalam tubuh.

"Dan dengan mencegah infeksi maka kita tidak perlu menggunakan antibiotic”, tambahnya.

Sementara, Direktur Utama RSM dr Yap, dr. Enny Cahyani Permatasari juga mengatakan hal yang sama, menurutnya pihak RSM sendiri selalu mengedepankan kegiatan cuci tangan baik itu saat memasuki atau keluar dari RSM.

“Lewat program WHO yang selalu menekankan aktivitas cuci tangan, kita diminta untuk terus selalu mencuci tangan, baik itu di dalam rumah sakit dan di luar rumah sakit. Tujuannya agar kita kita tidak membawa penyakit dari dalam dan luar rumah sakit”,tambahnya

Kampanye ini diharapkan mampu membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya mencuci tangan untuk mencegah penularan penyakit dan resistensi antibiotik. |Syidik Syaiful Ardli

back to top