Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

RSM Dr Yap gelar kampanye tahunan untuk melawan resistensi antibiotik

RSM Dr Yap gelar kampanye tahunan untuk melawan resistensi antibiotik

Jogja-KoPi|Rumah sakit mata (RSM) Dr Yap menggelar kampanye rutin tahunan untuk melawan resistensi antibiotik dengan berbagai macam kegiatan, diantaranya kegiatan cap tangan, cuci tangan, senam masal dan talkshow cuci tangan di RSM Dr Yap, Jumat (5/5).

 

Pada kampanye tahun ini pihak RSM Dr Yap mengusung tema melawan resistensi antibiotik dengan mencuci tangan yang diikuti oleh kurang lebih 100 peserta dari institusi sekitar RSM dan karyawan RSM.

Ketua Panitia ,Dr Anggun mengatakan permasalahan resistensi antibiotik makin merebak di masyarakat meski penggunaan antibiotik masih dibilang rasional.

"Kebersihan tangan juga berkaitan dengan resisteni antibiotik, kasus resistensi ini semakin lama semakin banyak, penggunaan yang rasiional saja bisa menyebabkan resistensi apalagi yang irasional”, ujar Ketua Panitia Yang Sekaligus Kepala Instalasi Rawat Inap RSM Dr Yap.

Resistensi antibiotik sendiri merupakan gejala dimana bakteri dapat kebal dan mampu melawan antibiotik yang dikonsumsi pasien yang terkena penyakit infeksi akibat bakteri. Bakteri yang resisten ini bermutasi dan mempengaruhi bakteri lain sehingga bakteri tersebut menjadi resistens terhadap antibiotik.

Dia menambahkan dengan metode cuci tangan,maka setidaknya seseorang dapat mengurangi resistensi antibiotik. Pasalnya cuci tangan sendiri dapat mencegah infeksi terjadi sebelum bakteri masuk ke dalam tubuh.

"Dan dengan mencegah infeksi maka kita tidak perlu menggunakan antibiotic”, tambahnya.

Sementara, Direktur Utama RSM dr Yap, dr. Enny Cahyani Permatasari juga mengatakan hal yang sama, menurutnya pihak RSM sendiri selalu mengedepankan kegiatan cuci tangan baik itu saat memasuki atau keluar dari RSM.

“Lewat program WHO yang selalu menekankan aktivitas cuci tangan, kita diminta untuk terus selalu mencuci tangan, baik itu di dalam rumah sakit dan di luar rumah sakit. Tujuannya agar kita kita tidak membawa penyakit dari dalam dan luar rumah sakit”,tambahnya

Kampanye ini diharapkan mampu membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya mencuci tangan untuk mencegah penularan penyakit dan resistensi antibiotik. |Syidik Syaiful Ardli

back to top