Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

RS Sarjito sukses lakukan operasi transplantasi hati Adelia

RS Sarjito sukses lakukan operasi transplantasi hati Adelia

Jogjakarta-KoPi| Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta berhasil melakukan operasi tranplantasi hati kepada Adelia pada tanggal 11 November 2015.

Adelia bocah berusia 14 bulan asal Sleman kini telah memiliki garapan hidup yang baru. Balita ini mendapatkan donor hati dari ibu kandungnya sendiri, Dwi Purwanti.

Operasi berlangsung selama 16 jam, sejak pukul 09.00-02.00 dini hari. Sebanyak 12 tim dokter diturunkan, 6 dokter dari Jepang dan 6 dokter dari RS. Sarjito.

Ketua tim dokter RS. Sarjito, Prof. dr. Mohammad Jufri. SPA, menjelaskan saat ini kondisi Adelia dalam keadaan baik. Namun selama tiga minggu akan terus dilakukan pemantauan pasca-operasi.

"Saat ini bagus, sudah bisa makan-makanan padat, pemulihan kesannya lebih cepat dari yang kita pikirkan.

Bahkan kekhawatiran indikasi infeksi dan rejeksi dari penolakan hati Adelia pun tidak ada.

Selama satu bulan, tim dokter akan melakukan evaluasi. Evaluasi setiap harinya dengan memantau organ hati dan aktivitas sehari-harinya.

Di sisi lain, kondisi donor Purwanti pun dalam keadaan baik. Tim dokter donor, Dr. dr. SpPD- KGEH. Neneng Ratnasari, " Sejak awal enam bulan sebelum operasi kita sudah memepersiapkan untuk kondisi ibunya.

Dr. Neneng menegaskan secara umum fungsi hati pendonor masih berjalan dengan baik. "Secara umum hatinya berjalan normal, penyembuhan selama dua bulan,".

Sementara dr. Neneng memprediksi tiga bulan ke depan Adelia dan Purwanti bisa pulang.

Sekitar 30% hati Purwanti selaku donor dicangkok kepada Adelia. Sebagai pengganti sebagian hati Adelia yang rusak.| Winda Efanur FS|

back to top