Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Rokok elektronik sebabkan siswa jadi perokok yang sebenarnya

Rokok elektronik sebabkan siswa jadi perokok yang sebenarnya

Washington-KoPi- Remaja bukan-perokok yang menggunakan e-cigarette (rokok elektronik) kecendrungan akan menjadi perokok yang sebenarnya seperti perokok biasanya dibandingkan yang tidak menggunakan e-cigarette, menurut penelitian yang diterbitkan pada hari Senin oleh U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Nicotine and Tobacco Research dan menunjukkan bahwa 43.9 % siswa menengah pertama dan siswa menengah atas yang mengisap e-cigarette akan cenderung menjadi perokok seperti biasanya pada tahun berikutnya, dibandingkan dengan yang tidak pernah mengisap e cigarette.

Secara keseluruhan, lebih dari 263.000 remaja AS bukan-perokok yang mengisap rokok elektronik tersebut pada tahun 2013, meningkat dari pada tahun sebelumnya dimana tahun 2011 hanya berjumalah 79.000, kata CDC, berdasarkan hasil survey pada tahun 2011, 2012 dan 2013.

“Kami sangat perihatin atas nikotin yang digunakan para remaja kami, tanpa memperhatikan dari mana nikotin tersebut berasal apakah dari rokok biasa, rokok elektronik atau produk tembakau lainnya. Nikotin tidak hanya menimbulkan kecanduan tapi juga membahayakan perkembakan otak remaja,” ujar Tim McAfee, direktur CDC.

E-cigarette adalah alat yang menggunakan baterai yang berfungsi seperti rokok dan mengeluarkan nikotin dan bahan kimia lainnya. Alat tersebut dipromosikan sebagai alternatif yang lebih aman dari pada rokok biasa dan menjadi alat bantu untuk berhenti merokok, dan juga ada rasanya seperti coklat dan strawberry.

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top