Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Robot 2055 mampu menghematkan 12 trilyun dolar AS dunia industri

Robot 2055 mampu menghematkan 12 trilyun dolar AS dunia industri

KoPi│Robot 2055 berpotensi menggantikan setengah pekerjaan manusia dalam dunia bisnis dan ekonomi. Penghematan hampir 12 trilliun dolar AS terjadi ketika setengah pekerjaan manusia dilakukan secara otomatis oleh 2055, menurut McKinsey Global Institute dalam sebuah laporan yang dirilis di Hongkong.

Laporan yang berjudul sebuah masa depan yang bekerja otomatis dalam pengerjaan dan produktivitas, meganalisa potensi otomatisasi ekonomi global yang mencakup semua sektor di lebih dari 50 negara.

“Pada masa pertumbuhan produktivitas yang lemah diseluruh dunia, teknologi otomatisasi, termasuk robotika, kecerdasan buatan dan mesin pembelajaran dapat memberikan dorongan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi,” jelas Joe Ngai, Direktur Manager McKinsey Hong Kong. 

Joe Ngai berharap otomatisasi dapat meningkatkan pertumbuhan produkivitas global yang semula 0.8 persen menjadi 1.4 persen. Namun hal tersebut membutuhkan waktu puluhan tahun, karena terdapat pemindahan tenaga kerja massal. Perusahaan harus memperhatikan bahwa pemindahan tenaga kerja massal berdampak pada pengangguran massal.

Pada tingkat global, kegiatan otomatisasi akan menyentuh 1,1 miliar karyawan dan upah 11,9 triliun dolar AS. Di mana Cina dan India mendapat dampak terbesar dari kegiatan otomatisasi.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa kegiatan yang paling rentan terhadap otomatisasi adalah kegiatan fisik dilingkungan yang sudah terstruktur dan dapat diprediksi, pengumpulan dan pengolahan data, manufaktur, akomodasi, dan perdagangan ritel.

Selanjutnya, Ngai juga mengatakan robot dan komputer tidak hanya dapat melakukan berbagai aktivitas kegiatan fisik rutin yang lebih baik dan murah dibandingkan manusia, tetapi juga mampu menyelesaikan kegiatan yang mencakup kemampuan kognitif, seperti merasakan emosi dan mengemudi.

“Jika otomatisasi dilakukan secara penuh atau sebagian maka akan terjadi penurunan yang signifikan dalam pekerjaan dan upah. Beberapa ide seperti pajak negatif penghasilan, dasar pendapatan umum, pengiriman bersyarat, dan penyesuaian jaringan pengaman sosial dapat dipertimbangkan oleh pemerintah”, kata Ngai.

back to top