Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Robot 2055 mampu menghematkan 12 trilyun dolar AS dunia industri

Robot 2055 mampu menghematkan 12 trilyun dolar AS dunia industri

KoPi│Robot 2055 berpotensi menggantikan setengah pekerjaan manusia dalam dunia bisnis dan ekonomi. Penghematan hampir 12 trilliun dolar AS terjadi ketika setengah pekerjaan manusia dilakukan secara otomatis oleh 2055, menurut McKinsey Global Institute dalam sebuah laporan yang dirilis di Hongkong.

Laporan yang berjudul sebuah masa depan yang bekerja otomatis dalam pengerjaan dan produktivitas, meganalisa potensi otomatisasi ekonomi global yang mencakup semua sektor di lebih dari 50 negara.

“Pada masa pertumbuhan produktivitas yang lemah diseluruh dunia, teknologi otomatisasi, termasuk robotika, kecerdasan buatan dan mesin pembelajaran dapat memberikan dorongan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi,” jelas Joe Ngai, Direktur Manager McKinsey Hong Kong. 

Joe Ngai berharap otomatisasi dapat meningkatkan pertumbuhan produkivitas global yang semula 0.8 persen menjadi 1.4 persen. Namun hal tersebut membutuhkan waktu puluhan tahun, karena terdapat pemindahan tenaga kerja massal. Perusahaan harus memperhatikan bahwa pemindahan tenaga kerja massal berdampak pada pengangguran massal.

Pada tingkat global, kegiatan otomatisasi akan menyentuh 1,1 miliar karyawan dan upah 11,9 triliun dolar AS. Di mana Cina dan India mendapat dampak terbesar dari kegiatan otomatisasi.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa kegiatan yang paling rentan terhadap otomatisasi adalah kegiatan fisik dilingkungan yang sudah terstruktur dan dapat diprediksi, pengumpulan dan pengolahan data, manufaktur, akomodasi, dan perdagangan ritel.

Selanjutnya, Ngai juga mengatakan robot dan komputer tidak hanya dapat melakukan berbagai aktivitas kegiatan fisik rutin yang lebih baik dan murah dibandingkan manusia, tetapi juga mampu menyelesaikan kegiatan yang mencakup kemampuan kognitif, seperti merasakan emosi dan mengemudi.

“Jika otomatisasi dilakukan secara penuh atau sebagian maka akan terjadi penurunan yang signifikan dalam pekerjaan dan upah. Beberapa ide seperti pajak negatif penghasilan, dasar pendapatan umum, pengiriman bersyarat, dan penyesuaian jaringan pengaman sosial dapat dipertimbangkan oleh pemerintah”, kata Ngai.

back to top