Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Robot 2055 mampu menghematkan 12 trilyun dolar AS dunia industri

Robot 2055 mampu menghematkan 12 trilyun dolar AS dunia industri

KoPi│Robot 2055 berpotensi menggantikan setengah pekerjaan manusia dalam dunia bisnis dan ekonomi. Penghematan hampir 12 trilliun dolar AS terjadi ketika setengah pekerjaan manusia dilakukan secara otomatis oleh 2055, menurut McKinsey Global Institute dalam sebuah laporan yang dirilis di Hongkong.

Laporan yang berjudul sebuah masa depan yang bekerja otomatis dalam pengerjaan dan produktivitas, meganalisa potensi otomatisasi ekonomi global yang mencakup semua sektor di lebih dari 50 negara.

“Pada masa pertumbuhan produktivitas yang lemah diseluruh dunia, teknologi otomatisasi, termasuk robotika, kecerdasan buatan dan mesin pembelajaran dapat memberikan dorongan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi,” jelas Joe Ngai, Direktur Manager McKinsey Hong Kong. 

Joe Ngai berharap otomatisasi dapat meningkatkan pertumbuhan produkivitas global yang semula 0.8 persen menjadi 1.4 persen. Namun hal tersebut membutuhkan waktu puluhan tahun, karena terdapat pemindahan tenaga kerja massal. Perusahaan harus memperhatikan bahwa pemindahan tenaga kerja massal berdampak pada pengangguran massal.

Pada tingkat global, kegiatan otomatisasi akan menyentuh 1,1 miliar karyawan dan upah 11,9 triliun dolar AS. Di mana Cina dan India mendapat dampak terbesar dari kegiatan otomatisasi.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa kegiatan yang paling rentan terhadap otomatisasi adalah kegiatan fisik dilingkungan yang sudah terstruktur dan dapat diprediksi, pengumpulan dan pengolahan data, manufaktur, akomodasi, dan perdagangan ritel.

Selanjutnya, Ngai juga mengatakan robot dan komputer tidak hanya dapat melakukan berbagai aktivitas kegiatan fisik rutin yang lebih baik dan murah dibandingkan manusia, tetapi juga mampu menyelesaikan kegiatan yang mencakup kemampuan kognitif, seperti merasakan emosi dan mengemudi.

“Jika otomatisasi dilakukan secara penuh atau sebagian maka akan terjadi penurunan yang signifikan dalam pekerjaan dan upah. Beberapa ide seperti pajak negatif penghasilan, dasar pendapatan umum, pengiriman bersyarat, dan penyesuaian jaringan pengaman sosial dapat dipertimbangkan oleh pemerintah”, kata Ngai.

back to top