Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Ritual Tahunan May Day, Demo Aliansi Buruh Yogyakarta

Ritual Tahunan May Day, Demo Aliansi Buruh Yogyakarta

Jogja-KoPi│Federasi-federasi Serikat Pekerja/Buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) akan merayakan Hari Buruh Sedunia (May Day) dengan melakukan Aksi Turun Jalan/Demonstrasi dan Upacara Selamatan Gubernur DIY bertempat di Tugu Yogyakarta sampai depan Pelataran Kraton Yogyakarta.

Ketua Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia, Aziz Nurfitriyanto mengatakan aksi kali ini akan menekankan pada pencabutan PP 78/2015 tentang pengupahan dan menolak revisi pesangon UU 13 tahun 2013 Ketenagakerjaan di DIY.

Menurutnya Yogyakarta sangat mampu untuk menaikan upah minimum  kerja, karena data BPS memperlihatkan industri besar dan menengah di Yogyakarta menghasilkan lebih dari 17  Trilyun.

“Data BPS memperlihatkan industri besar dan menengah di Yogyakarta menghasilkan lebih dari 17 Triliun, 7 Trilyun untuk produktivitas, dan hanya 1 Trilyun untuk upah pekerja. Terdapat kesenjagan sebanyak 9 Trilyun”, jelasnya.

Selain itu, aksi yang akan dilakukan juga menuntut perbaikan layanan jaminan sosial untuk pekerja dan buruh, menghapus outsourcing dan pemagangan, mewujudkan hak berserikan dengan menghentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis serikat pekerja Indonesia agar hak berserikat terwujud.

Kemudian, ABY juga menuntut agar pemerintah RI harus segera bertindak cepat mengatasi permasalahan PT. Freeport Indonesia dan melindungi kepentingan pekerja serta menghentikan kriminalisasi terhadap Sudiro (Ketua PUK SPKEP SPSI PT Freeport).

Sementara itu, menurut Kirnadi, Sekjend KSPSI DIY, aksi ini juga memiliki tuntutan khusus untuk Gubernur DIY, yaitu menyerukan gubernur DIY untuk segera menetapkan kebijakan Upah Minimum Sektoral (UMS), mengoptimalkan kerja pengawasan dan perlindungan tenaga kerja, serta untuk menyediakan perumahan murah atau rumah susun bagi buruh.

“Kami juga menyerukan kepada guberbur DIY untuk memberikan subsidi pendidikan bagi keluarga buruh dan membatasi serta memperketat penggunaan tenaga kerja kontrak atau outsourcing”, lanjutnya.

Di sisi lain Irsad Ade Irawan, DPD KSPSI menambahkan aksi ini juga menyerukan Gubernur DIY agar lebih membuka ruang keterwakilan bagi buruh di lempaga pripatif dan dewan pengupahan.

Aksi sendiri akan dilakukan pada hari Senin (1/5) berangkat dari Tugu Yogyakarta menuju Kraton Yogyakarta. Diakhiri dengan upacara selamatan yang bertujuan untuk mendoakan Gubernur DIY.

“Upacara Selamatan akan digelar di depan pagelaran Keraton Yogyakarta tujuannya untuk mendoakan gubernur yogyakartya agar diberikan kesehatan dan seterusnya, selamat atas jumenangan, mendoakan gubernur dalam  enetapkan ump tidak menggunakan pp 78”, jelas Irsad.

Selain itu, juga bertujuan untuk mendoakan sultan dan raja agar membagi tanah kadipaten dan kesultanan untuk dijadikan rumah susun atau perumahan bagi buruh, dan juga agar Sri Sultan Hamengkubuwana X  mengabulkan semua tuntutan aksi.

back to top