Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ritual Tahunan May Day, Demo Aliansi Buruh Yogyakarta

Ritual Tahunan May Day, Demo Aliansi Buruh Yogyakarta

Jogja-KoPi│Federasi-federasi Serikat Pekerja/Buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) akan merayakan Hari Buruh Sedunia (May Day) dengan melakukan Aksi Turun Jalan/Demonstrasi dan Upacara Selamatan Gubernur DIY bertempat di Tugu Yogyakarta sampai depan Pelataran Kraton Yogyakarta.

Ketua Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia, Aziz Nurfitriyanto mengatakan aksi kali ini akan menekankan pada pencabutan PP 78/2015 tentang pengupahan dan menolak revisi pesangon UU 13 tahun 2013 Ketenagakerjaan di DIY.

Menurutnya Yogyakarta sangat mampu untuk menaikan upah minimum  kerja, karena data BPS memperlihatkan industri besar dan menengah di Yogyakarta menghasilkan lebih dari 17  Trilyun.

“Data BPS memperlihatkan industri besar dan menengah di Yogyakarta menghasilkan lebih dari 17 Triliun, 7 Trilyun untuk produktivitas, dan hanya 1 Trilyun untuk upah pekerja. Terdapat kesenjagan sebanyak 9 Trilyun”, jelasnya.

Selain itu, aksi yang akan dilakukan juga menuntut perbaikan layanan jaminan sosial untuk pekerja dan buruh, menghapus outsourcing dan pemagangan, mewujudkan hak berserikan dengan menghentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis serikat pekerja Indonesia agar hak berserikat terwujud.

Kemudian, ABY juga menuntut agar pemerintah RI harus segera bertindak cepat mengatasi permasalahan PT. Freeport Indonesia dan melindungi kepentingan pekerja serta menghentikan kriminalisasi terhadap Sudiro (Ketua PUK SPKEP SPSI PT Freeport).

Sementara itu, menurut Kirnadi, Sekjend KSPSI DIY, aksi ini juga memiliki tuntutan khusus untuk Gubernur DIY, yaitu menyerukan gubernur DIY untuk segera menetapkan kebijakan Upah Minimum Sektoral (UMS), mengoptimalkan kerja pengawasan dan perlindungan tenaga kerja, serta untuk menyediakan perumahan murah atau rumah susun bagi buruh.

“Kami juga menyerukan kepada guberbur DIY untuk memberikan subsidi pendidikan bagi keluarga buruh dan membatasi serta memperketat penggunaan tenaga kerja kontrak atau outsourcing”, lanjutnya.

Di sisi lain Irsad Ade Irawan, DPD KSPSI menambahkan aksi ini juga menyerukan Gubernur DIY agar lebih membuka ruang keterwakilan bagi buruh di lempaga pripatif dan dewan pengupahan.

Aksi sendiri akan dilakukan pada hari Senin (1/5) berangkat dari Tugu Yogyakarta menuju Kraton Yogyakarta. Diakhiri dengan upacara selamatan yang bertujuan untuk mendoakan Gubernur DIY.

“Upacara Selamatan akan digelar di depan pagelaran Keraton Yogyakarta tujuannya untuk mendoakan gubernur yogyakartya agar diberikan kesehatan dan seterusnya, selamat atas jumenangan, mendoakan gubernur dalam  enetapkan ump tidak menggunakan pp 78”, jelas Irsad.

Selain itu, juga bertujuan untuk mendoakan sultan dan raja agar membagi tanah kadipaten dan kesultanan untuk dijadikan rumah susun atau perumahan bagi buruh, dan juga agar Sri Sultan Hamengkubuwana X  mengabulkan semua tuntutan aksi.

back to top