Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Risma ngotot jalan lingkar luar bebas biaya tol

Risma ngotot jalan lingkar luar bebas biaya tol
Surabaya - KoPi | Masyarakat ingin agar Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) dan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) menjadi jalan bebas bayar atau non-tol. Karena itu Pemerintah Kota Surabaya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait hal tersebut.
 

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, meski Gubernur Jawa Timur Soekarwo sudah menyetujui penatapan lokasi (penlok) JJLT dan JLLB, tetapi Kementeriaan PU dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) hingga kini masih menginginkan agar proyek infrastruktur Surabaya tersebut dijadikan jalan berbayar atau tol.

“Nanti saya akan koordinasi ke pusat. Kalau Pak Gubernur sudah oke, dan mudah-mudahan pusat juga setuju, dan penlok mudah-mudahan keluar minggu ini,” kata perempuan yang akrab disapa Risma tersebut.

Menurutnya, jalan yang akan dibangun tersebut merupakan kerjasama dengan sejumlah pengembang besar di Surabaya. Para pengembang berpartisipasi membangun jalan dengan porsi sekitar 75%. Pemkot Surabaya sendiri hanya mendapat jatah 25% baik dalam pembebasan lahan maupun pekerjaan fisiknya.

Sebelumnya, pemerintah pusat sempat meminta agar proyek jalan tersebut dilelangkan kepada pengelola jalan tol. Namun, Risma menolak keinginan pemerintah pusat. “Uang pembebasan tanah sudah saya siapkan, uang fisik juga ada. Penlok cukup dari gubernur, kalau lineament-nya dari pusat, nanti pas mau dibuat takutnya distop,” ujar Risma.

Dalam perencanaanya, JLLT akan membentang sepanjang 17 Km dengan lebar 60 meter dan akan melewati kawasan Kenjeran-Bulak-Mulyorejo-Sukolilo-Rungkut-Gunung Anyar. JLLT tersebut menghubungkan kawasan Jembatan Suramadu hingga Bandara Internasional Juanda, di Sidoarjo.

Sedangkan JLLB akan membentang sepanjang 26,1 Km dengan lebar 55 meter, dan akan melalui kawasan Romokalisari-Pakal-Sememi-Lakarsantri. JLLB akan menghubungkan Kota Surabaya bagian selatan hingga menuju Pelabuhan Teluk Lamong di perbatasan Surabaya-Gresik.

back to top