Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Ribuan Pejuang Asing Serbu Suriah, Amerika Tak Berdaya

Ribuan Pejuang Asing Serbu Suriah, Amerika Tak Berdaya
KoPi | Intelijen Amerika menyebutkan ribuan pejuang asing dari berbagai negara telah masuk ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS. Amerika mengestimasikan jumlah mereka mencapai 20.000 orang, 3.400 orang di antaranya berasal dari negara-negara Barat.
 

Pihak intelijen Amerika mengetahui setidaknya ada 150 orang warga negaranya yang mencoba dan berhasil mencapai Suriah. Beberapa orang ditangkap ketika mencoba mencapai Suriah, sebagian tewas di medan pertempuran, dan sebagian lain masih bertempur untuk pihak ISIS.

Kepala National Counterterrorism Center Amerika, Nick Rasmussen mengatakan jumlah pejuang asing yang masuk ke Suriah jauh lebih banyak dibandingkan saat perang di Afghanistan, Irak, Somalia, dan Pakistan. Pejabat Amerika khawatir beberapa pejuang tersebut akan kembali ke negara mereka tanpa terdeteksi dan melakukan serangan teror di Eropa atau Amerika.

Pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika mengaku mereka tidak bisa memprediksi ancaman dari dalam negeri secara spesifik. Namun mereka mengkhawatirkan warga Amerika yang kembali dari Suriah memperoleh kemampuan bertempur dan koneksi dengan ekstremis. Ada kemungkinan mereka akan melakukan serangan individu yang menarget kepentingan Amerika dan Barat, seperti yang terjadi pada Charlie Hebdo.

Para pejabat di Amerika mengakui mereka kesulitan mendeteksi warga Amerika atau negara-negara Eropa yang berhasil masuk ke Suriah saat menjadi medan pertempuran antara pemerintahan Bashar Assad dan kelompok oposisi, termasuk ISIS. Kedutaan besar Amerika di Suriah telah ditutup dan CIA tidak memiliki kontak tetap di sana. | The Huffington Post

 

back to top