Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Ribuan Pejuang Asing Serbu Suriah, Amerika Tak Berdaya

Ribuan Pejuang Asing Serbu Suriah, Amerika Tak Berdaya
KoPi | Intelijen Amerika menyebutkan ribuan pejuang asing dari berbagai negara telah masuk ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS. Amerika mengestimasikan jumlah mereka mencapai 20.000 orang, 3.400 orang di antaranya berasal dari negara-negara Barat.
 

Pihak intelijen Amerika mengetahui setidaknya ada 150 orang warga negaranya yang mencoba dan berhasil mencapai Suriah. Beberapa orang ditangkap ketika mencoba mencapai Suriah, sebagian tewas di medan pertempuran, dan sebagian lain masih bertempur untuk pihak ISIS.

Kepala National Counterterrorism Center Amerika, Nick Rasmussen mengatakan jumlah pejuang asing yang masuk ke Suriah jauh lebih banyak dibandingkan saat perang di Afghanistan, Irak, Somalia, dan Pakistan. Pejabat Amerika khawatir beberapa pejuang tersebut akan kembali ke negara mereka tanpa terdeteksi dan melakukan serangan teror di Eropa atau Amerika.

Pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika mengaku mereka tidak bisa memprediksi ancaman dari dalam negeri secara spesifik. Namun mereka mengkhawatirkan warga Amerika yang kembali dari Suriah memperoleh kemampuan bertempur dan koneksi dengan ekstremis. Ada kemungkinan mereka akan melakukan serangan individu yang menarget kepentingan Amerika dan Barat, seperti yang terjadi pada Charlie Hebdo.

Para pejabat di Amerika mengakui mereka kesulitan mendeteksi warga Amerika atau negara-negara Eropa yang berhasil masuk ke Suriah saat menjadi medan pertempuran antara pemerintahan Bashar Assad dan kelompok oposisi, termasuk ISIS. Kedutaan besar Amerika di Suriah telah ditutup dan CIA tidak memiliki kontak tetap di sana. | The Huffington Post

 

back to top