Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Rembang masih melawan

Rembang masih melawan

Rembang-KoPi| Keputusan hakim sidang PTUN (Peradilan Tata Usaha Negara) tahun 16 April 2015 lalu memenangkan pihak PT. Semen Indonesia (PT. SI). Keputusan yang terjadi sebulan lalu masih menyisakan luka di hati para warga Rembang.Setelah keluarnya putusan sidang PTUN kabar dari Rembang seolah meredup, namun penolakan justru semakin gencar dilakukan oleh warga.

Masyarakat Rembang menilai keputusan hakim kurang bijaksana. Pasalnya hanya membahas masalah kadaluarsa pengaduan warga bukan alasan dasar penolakan warga.

Menurut salah satu aktivis Rembang Dwi Cipta mengatakan masyarakat tetap menolak pembangunan pabrik semen meskipun kini pembangunannya hampir 50 %. Bahkan saat sidang PTUN berlangsung pembangunan sudah mencapai 40 %.

“Warga kini masih bertahan di tenda-tenda, dengan dijaga keamanan sangat ketat dari aparat”, papar Dwi Cipta ditemui setelah diskusi Film Semen Vs Samin di LKiS Jogjakarta.

Warga Rembang kini berupaya mengajukan banding. Warga berdalih tenggat 90 hari untuk sosialisasi pembangunan PT . SI tidak mengkutsertakan warga sepenuhnya hanya warga yang pinggir yang diundang menghadiri sosialisasi PT. SI.

Alasan warga masih menengahkan resiko kerusakan lingkungan hidup akibat penambangan pasir nantinya. Hal itu dikuatkan oleh pakar Geologi UPN Eko Teguh Paripurno aktivitas penambangan dalam jangka panjang akan merusak air warga Rembang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dwi Cipta fenomena karst di bagian karst Kendeng secara morfologis eksokars, indokars, serta sistem sungai bawah tanah telah terbentuk sejak dahulu. Adanya perubahan ekosistem memicu bencana ekologis banjir dan kekeringan bagi sekitar kawasan warga. |Luthfia Lathifatul KLM, Winda Efanur FS|

back to top