Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Relawan menciptakan pemimpin

Relawan menciptakan pemimpin

Jangan berkecil hati menjadi relawan, bahwa perjuangan kalian tidak sia-sia, kalianlah yang menciptkan pemimpin. Dengan modal uang kalian sendiri kemudian dengan tenaga gratis yang kalian berikan. Ini semua adalah bagian perjuangan, relawan tanpa mengenal lelah tanpa mengenal waktu mencoba memberi yang terbaik untuk menciptakan pemimpin. Relawan tidak pernah berpikir untuk tercatat dalam sejarah sebab relawan merasa bukan siapa-siapa.


Banyak yang meremehkan kerja relawan, mereka dianggap kelas rakyat jalanan, malahan yang merasa sebagai elitenya sering membikin konflik supaya kemurnian relawan terpecah atau terbelah. Banyak pula yang memanfaatkan relawan untuk kepentingan kaum elite sendiri....kaum elite belum tentu pemikirannya elit dan walaupun mereka hanyalah seorang relawan bukan berarti menjadi kelas rendahan. Relawan adalah jagoan dipecah belah tetap berjuang karena sebuah keyakinan yaitu ingin adanya perubahan.


Relawan akan selalu hadir dan tumbuh sebab mereka adalah “akar”, mereka memang tidak pandai muncul dan tidak pengin muncul walau sesekali pengin foto-foto itu karena mereka ingin rileks dan ingin membuat cair suasana. Relawan tidak pandai berpolitik bukan berarti mereka buta politik namun mereka tidak ingin mencederai visi perjuangan.


Kebersamaan adalah kehadiran bersama disini relawan punya spirit untuk bertanggung jawab dan konsisten apa yang menjadi pilihannya. Relawan tidak merasa terbuang sebab mereka akan tumbuh dimanapun sebab relawan punya spirit kemandirian. Relawan tidak tergantung lembaga ataupun organisasi. Walau mereka tanpa baju dan juga tanpa sepatu mereka berjalan dan berbuat. Berbekal gula merah dan garam mereka tetap punya stamina dan ini melebihi golongan partai yang hanya berpikir untung dan rugi.


Relawan punya motto semangat “karena dia diutus untuk berbuat baik” maka mereka melakukan dengan sepenuh hati.....relawan sadar bangsa ini sedang miskin hati, banyak agama yang dipolitisasi sehingga negeri ini menjadi miskin segalanya. Selain miskin hati bangsa ini sedang miskin moral, miskin mental dan miskin solidaritas. Dengan lahirnya para relawan mereka tergerak terpanggil untuk berjuang sehingga melahirkan pemimpin yang punya hati dan punya kejujuran. Relawan ada jerih payah meskipun mereka tidak mendapatkan upah, walau mereka baru membantu semampunya misalkan dengan tenaga saja mereka tidak salah, walau meraka ada yang belum total tetapi mereka bukan sampah....Apapun itu gerakan relawan adalah gerakan yang menciptkan sekaligus melahirkan pemimpin.....pemimpin mungkin bisa lupa dengan para relawan namun jangan lupa akan visi berbangsa..... pemimpin harus punya hati dan kejujuran.


Relawan tetap akan menjadi relawan berjuang karena terpanggil, berjuang tanpa nafsu untuk terkenal maupun untuk mendapatkan untung.....sebab relawan siap merugi dan dirugikan ini dilakukan karena tak lebih para relawan ingin perubahan pada bangsanya. Banyak relawan yang mengorbankan dirinya bahkan banyak pula sekarang relawan yang miskin hartanya karena terkuras habis dari perjuangan menciptakan pemimpin. Relawan cinta pada bangsanya maka relawan tidak miskin hatinya.....salam hormat untuk para relawan saya salut akan perjuangan kalian.....mari kita bertemu kembali dijalan raya.....dan salam dari kami

-Daryanto Bender (Komunitas Negeri Symphony )

back to top