Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Relawan menciptakan pemimpin

Relawan menciptakan pemimpin

Jangan berkecil hati menjadi relawan, bahwa perjuangan kalian tidak sia-sia, kalianlah yang menciptkan pemimpin. Dengan modal uang kalian sendiri kemudian dengan tenaga gratis yang kalian berikan. Ini semua adalah bagian perjuangan, relawan tanpa mengenal lelah tanpa mengenal waktu mencoba memberi yang terbaik untuk menciptakan pemimpin. Relawan tidak pernah berpikir untuk tercatat dalam sejarah sebab relawan merasa bukan siapa-siapa.


Banyak yang meremehkan kerja relawan, mereka dianggap kelas rakyat jalanan, malahan yang merasa sebagai elitenya sering membikin konflik supaya kemurnian relawan terpecah atau terbelah. Banyak pula yang memanfaatkan relawan untuk kepentingan kaum elite sendiri....kaum elite belum tentu pemikirannya elit dan walaupun mereka hanyalah seorang relawan bukan berarti menjadi kelas rendahan. Relawan adalah jagoan dipecah belah tetap berjuang karena sebuah keyakinan yaitu ingin adanya perubahan.


Relawan akan selalu hadir dan tumbuh sebab mereka adalah “akar”, mereka memang tidak pandai muncul dan tidak pengin muncul walau sesekali pengin foto-foto itu karena mereka ingin rileks dan ingin membuat cair suasana. Relawan tidak pandai berpolitik bukan berarti mereka buta politik namun mereka tidak ingin mencederai visi perjuangan.


Kebersamaan adalah kehadiran bersama disini relawan punya spirit untuk bertanggung jawab dan konsisten apa yang menjadi pilihannya. Relawan tidak merasa terbuang sebab mereka akan tumbuh dimanapun sebab relawan punya spirit kemandirian. Relawan tidak tergantung lembaga ataupun organisasi. Walau mereka tanpa baju dan juga tanpa sepatu mereka berjalan dan berbuat. Berbekal gula merah dan garam mereka tetap punya stamina dan ini melebihi golongan partai yang hanya berpikir untung dan rugi.


Relawan punya motto semangat “karena dia diutus untuk berbuat baik” maka mereka melakukan dengan sepenuh hati.....relawan sadar bangsa ini sedang miskin hati, banyak agama yang dipolitisasi sehingga negeri ini menjadi miskin segalanya. Selain miskin hati bangsa ini sedang miskin moral, miskin mental dan miskin solidaritas. Dengan lahirnya para relawan mereka tergerak terpanggil untuk berjuang sehingga melahirkan pemimpin yang punya hati dan punya kejujuran. Relawan ada jerih payah meskipun mereka tidak mendapatkan upah, walau mereka baru membantu semampunya misalkan dengan tenaga saja mereka tidak salah, walau meraka ada yang belum total tetapi mereka bukan sampah....Apapun itu gerakan relawan adalah gerakan yang menciptkan sekaligus melahirkan pemimpin.....pemimpin mungkin bisa lupa dengan para relawan namun jangan lupa akan visi berbangsa..... pemimpin harus punya hati dan kejujuran.


Relawan tetap akan menjadi relawan berjuang karena terpanggil, berjuang tanpa nafsu untuk terkenal maupun untuk mendapatkan untung.....sebab relawan siap merugi dan dirugikan ini dilakukan karena tak lebih para relawan ingin perubahan pada bangsanya. Banyak relawan yang mengorbankan dirinya bahkan banyak pula sekarang relawan yang miskin hartanya karena terkuras habis dari perjuangan menciptakan pemimpin. Relawan cinta pada bangsanya maka relawan tidak miskin hatinya.....salam hormat untuk para relawan saya salut akan perjuangan kalian.....mari kita bertemu kembali dijalan raya.....dan salam dari kami

-Daryanto Bender (Komunitas Negeri Symphony )

back to top