Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rel KA pelabuhan jaman Belanda akan diaktifkan kembali

Rel KA pelabuhan jaman Belanda akan diaktifkan kembali
Surabaya-KoPi| Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap jalur kereta api yang mengarah ke pelabuhan kembali dihidupkan. Harapan tersebut disampaikan kepada Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Jalan (Dishub dan LLAJ) Provinsi Jatim. Keberadaan fasilitas infrastruktur ini sudah tidak bisa ditawar lagi, apalagi Indonesia akan segera memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
 

“Kami sekarang sedang membahas reaktivasi atau pengaktifan kembali jalur kereta api menuju pelabuhan. Sebenarnya selama ini jalur tersebut sudah ada sejak jaman Belanda, tapi tak difungsikan dengan baik,” kata Kepala Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi. 

Menurut Wahid, reaktivasi jalur kereta api yang menuju maupun dari pelabuhan dapat membuat pendistribusian barang semakin lancar dan meminimalisasi keterlambatan. “Transportasi kereta api turut mengurangi beban di jalan. Jalan juga tidak dibuat macet oleh truk-truk bermuatan berat yang lewat,” ungkapnya. 

Saat ini, kata Wahid, PT Kereta Api Indonesia masih melakukan inventarisasi semua rel yang ada di Jatim, terutama jalur yang menuju ke pelabuhan. Sejumlah pelabuhan yang nantinya bisa dilintasi melalui jalur kereta api di antaranya Tanjung Perak di Surabaya, Teluk Lamong di Surabaya, Pelabuhan Gresik, Pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo, dan beberapa pelabuhan lainnya. 

Menurut Wahid, rel kereta api menuju pelabuhan sebenarnya sudah digunakan sejak jaman penjajahan Belanda. Fungsinya waktu itu juga digunakan untuk keluar masuk barang maupun orang dari pelabuhan. 

“Belanda sudah meninggalkan perencanaan transportasi dengan baik. Tapi saya tidak tahu mengapa tidak dimanfaatkan. Makanya sekarang kami reaktivasi lagi agar proses transportasi berjalan lancar,” katanya.

back to top