Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Rektor UGM dinilai mahasiswa berbohong

Rektor UGM dinilai mahasiswa berbohong

Jogja-KoPi| Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.,PH.d, menilai aksi Pesta Rakyat Universitas Gadjah Mada yang dilakukan oleh lebih dari 1.500 mahasiswa hanya sebagai simulasi aksi yang merupakan mata kuliah dengan 4 sampai 8 SKS.

Aksi Pesta Rakyat mahasiswa UGM yang diikuti oleh sekitar 1.500 orang yang menuntut masalah Uang Kuliah Tinggal (UKT), tunjangan tenaga pendidik UGM, dan penolakan relokasi kantin Bonbin Sosial-Humaniora hanya dinilai sebagai simulasi Aksi oleh Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.,PH.d, Rektor UGM.

"Simulasi ini adalah proses pendidikan kita, agar kedepan mereka menjadi pimpinan bangsa, pemimpin DPR dan MPR. Jadi hari ini kita latih sejak awal seperti ini. Ugm adalah wahana untuk training menjadi fitground dalam cara berpolitik praktis bagaimana cara memilih isu yang sangat tepat untuk diangkat, cara menggerakan massa, cara memprovokasi, cara mengadvolasi harus kita latih saat ini dan ini gladinya," jelas Rektor UGM

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa dalam simulasi demo ini terdapat pembimbing yang mengawasi dan mengevaluasi hal-hal apa saja yang sudah bagus dan apa saja yang perlh diperbaiki.

"UGM adalah ibu yang cintanya sepanjang masa kepada anak-anak nya bagai surya yang menyinari dunia. Simulasi ini untu menjadikan pempin yang bersusila dan bertatakrama", ungkap Rektor UGM.

"Kegiatan simulasi ini terdiri dari volouteer mahasiswa yang mereka memiliki hak, kami meminta mahasiswa untuk memilik jiwa merdeka dan kreatif dan tahu batas tata krama. Simulasi ini ada SKSnya sebanyak 4 sampai 8 Sks ", tambahnya.

Aksi Pesta Rakyat ini juga dinilai Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.,PH.d, sebagai pemanasan sebelum menjadi mata kuliah di bulan September 2016. Selain itu, Aksi Pesta Rakyat ini juga untuk memfasilitasi para aktivis untuk lulus tidak lebih dari 5 tahun.

"Jadi dalam kurikilum kita terapkan merode ini, dengan metode shock terapi akan dihasilakan kesadaran dalam proses pembelajaran. Simulasi ini telah diskenariokan oleh pembimbing mereka", papar Rektor UGM.

Rektor UGM bohong

Sementara itu, Umar Abdul Aziz, Humas Aksi Pesta Rakyat UGM mengatakan apa yang dikatakan oleh Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.,P.HD, adalah sebiuah kebohongan.

"Kami tidak tahu apa yang menjadi dasar dari rektorat yang mengatakan bahwa aksi ini adalah gladi tampa adanya konfirmasi kepada kami", jelasnya.

ugm 2

Selanjutnya, Umar juga mengatakan bahwa banyaknya mahasiswa kali ini karena sangat kecewa terhadap sikap rektorat.

"Kami ingin mengubah kebijakan UGM, kami ingin UGM menjadi lebih, ini adalah pure dari mahasiswa UGM, tenaga pendidik, dan kantin, tidak ada sponsor-sponsor dari rektorat dan rekayasa rektorat. Kami berusaha ini sampai ada perubahan, kami yakin aksi ini akan ada dinamika dalam hal ini", ungkap Umar.

Hingga malam ini, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.,PH.d masih mengatakan dan menilai bahwa Aksi ini adalah simulasi aksi, walah telah ditekan dan dikejar oleh mahasiswa UGM. Mahasiswa UGM meeasa tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Rektor UGM, sehingga kejar-kejaran antara mahasiswa dan Rektor serta pihak rektor tidak terelakan hingga malam ini.

"Saya tidak malu dan merasa harga diri saya turun, karena ini adalah proses pembelajaran. Semoga proses pembelajaran ini bermanfaat untuk kita, baik mahasiswa dan dosen, jelas Rektor UGM, saat dimintai untuk mengatakan yang sebenarnya oleh Mahasiswa UGM.

back to top