Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Ratusan sopir angkot mogok tolak koperasi

Ratusan sopir angkot mogok tolak koperasi
Surabaya – KoPi | Ratusan sopir angkot Surabaya melakukan mogok massal pada Selasa (12/5). Para sopir angkot atau lyn tersebut mendatangi Gedung Negara Grahadi dan memblokir jalan Gubernur Suryo. Mereka menuntut pemerintah mencabut PP No 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan serta Surat Edaran Provinsi Jawa Timur bulan Januari 2015. Surat edaran tersebut menyatakan bahwa kendaraan angkutan umum, baik angkutan barang maupun penumpang, harus berada di bawah badan hukum.
 

Aturan tersebut berlaku mulai tahun 2015 ini, dan semua kendaraan plat kuning harus berada di bawah badan hukum seperti koperasi, PT, atau CV, pada Desember 2015. Jika tidak, ijin kendaraan tersebut akan dicabut dan dilarang mengangkut penumpang.

Para sopir resah karena artinya kendaraan mereka akan menjadi milik koperasi. Mereka tidak setuju jika ada perubahan kepemilikan angkot. Padahal selama ini mayoritas kendaraan umum di Surabaya dan sekitarnya merupakan milik perorangan dan dibeli dengan uang pribadi.

“Selama ini kendaraan kami beli pakai uang sendiri. Dulu memang pernah ada wacana dibeli pemkot. Lha sekarang sama pemerintah mau diberikan pada koperasi. Itu yang kami tidak terima,” ungkap Trisno, salah seorang sopir angkot jalur D.

Trisno dan kawan-kawannya khawatir jika koperasi tersebut berlaku curang dan melarikan surat kendaraan atau uang sopir. “Namanya juga hidup di Indonesia, Mas. Jaman sekarang apa-apa bisa dilarikan. Kalau ikut koperasi saya ragu nasib sopir bisa jadi lebih baik, yang ada justru disuruh bayar lalu uangnya dilarikan,” sungut Trisno, yang diamini kawan-kawannya.

Akibat demo tersebut, bukan hanya jalan Gubernur Suryo saja yang macet. Jalan Pemuda, Jalan Walikota Mustajab, Jalan Basuki Rahmat, serta kawasan Tunjungan macet total. Para penumpang angkot juga terlantar karena tidak ada sopir yang mau menaikkan penumpang. Beberapa penumpang di terminal-terminal yang ada di Surabaya terpaksa diangkut menggunakan kendaraan dinas milik pemkot, seperti truk Satpol PP, bis Damri, dan pick-up.

 

back to top