Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Rangking tertinggi pengguna narkoba adalah pekerja

Rangking tertinggi pengguna narkoba adalah pekerja

Yogyakarta-KoPi, “Karena mayoritas pecandu penyalah guna narkoba di Jogja itu 70% adalah kalangan pekerja, sekitar 2,8 % penduduk DIY, baik pekerja swasta atau pun pemerintah,” ujar Saptohadi, Kepala BNN Kota Yogyakarta saat menjelaskan pentingnya sosialiasi Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba(P4GN) kepada pekerja khususnya karyawan di Inna Garuda Hotel, Yogyakarta (28/4).

Menurutnya, jika salah satu pekerja terkena terjangkit narkoba, maka pelayanan di sebuah perusahaan bisa terganggu atau terhenti, pekerja harus mengeluarkan biaya pengobatan, perusahaan untuk cari ganti pekerja susah dan perusahaan rugi biaya, bahkan perusahaan bisa tercoreng imagenya. 

“Fakta menunjukkkan bahwa memang trend produksi narkoba dilakukan di tempat kerja, perusahaan yang jarang digunakan dan terpencil atau ruko,” Haryono yang mewakili Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta menambahkan.

BNN juga menghimbau agar seseorang yang tercandu narkoba tidak diasingkan oleh masyarakat. Menurut Sapto, pecandu narkoba harus diselamatkan. “Pengguna narkoba lebih baik direhabilitasi dari pada di penjara,” pungkasnya.

Menurut Sapto, pengedar narkoba tidak bisa ditumpas sampai ke akar-akarnya karena sindikat pengedar narkoba menggunakan sistem jaringan terputus, sehingga sangat susah untuk melacaknya dan butuh penyidikan yang sangat dalam. Peran masyarakat sangat penting untuk menghentikan perkembangan narkoba. 

Reporter: Fahrurrazi

back to top