Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Rangking tertinggi pengguna narkoba adalah pekerja

Rangking tertinggi pengguna narkoba adalah pekerja

Yogyakarta-KoPi, “Karena mayoritas pecandu penyalah guna narkoba di Jogja itu 70% adalah kalangan pekerja, sekitar 2,8 % penduduk DIY, baik pekerja swasta atau pun pemerintah,” ujar Saptohadi, Kepala BNN Kota Yogyakarta saat menjelaskan pentingnya sosialiasi Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba(P4GN) kepada pekerja khususnya karyawan di Inna Garuda Hotel, Yogyakarta (28/4).

Menurutnya, jika salah satu pekerja terkena terjangkit narkoba, maka pelayanan di sebuah perusahaan bisa terganggu atau terhenti, pekerja harus mengeluarkan biaya pengobatan, perusahaan untuk cari ganti pekerja susah dan perusahaan rugi biaya, bahkan perusahaan bisa tercoreng imagenya. 

“Fakta menunjukkkan bahwa memang trend produksi narkoba dilakukan di tempat kerja, perusahaan yang jarang digunakan dan terpencil atau ruko,” Haryono yang mewakili Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta menambahkan.

BNN juga menghimbau agar seseorang yang tercandu narkoba tidak diasingkan oleh masyarakat. Menurut Sapto, pecandu narkoba harus diselamatkan. “Pengguna narkoba lebih baik direhabilitasi dari pada di penjara,” pungkasnya.

Menurut Sapto, pengedar narkoba tidak bisa ditumpas sampai ke akar-akarnya karena sindikat pengedar narkoba menggunakan sistem jaringan terputus, sehingga sangat susah untuk melacaknya dan butuh penyidikan yang sangat dalam. Peran masyarakat sangat penting untuk menghentikan perkembangan narkoba. 

Reporter: Fahrurrazi

back to top