Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Rancangan Resolusi Palestina ditolak PBB

Rancangan Resolusi Palestina ditolak PBB

Ramallah-KoPi| Seorang pejabat senior Palestina menyesalkan penolakan Dewan Keamanan PBB terkait rancangan resolusi Palestina.  Resolusi itu mendesak Israel untuk menarik diri dari wilayah Palestina yang telah didudukinya selama tiga tahun.

Rancangan resolusi Palestina "tidak pernah bisa menjadi langkah unilateral baik oleh Palestina atau orang Arab. Ini adalah hak bagi rakyat Palestina untuk mendirikan negara mereka," kata perunding Palestina Saeb Erekat.

"Kepemimpinan Palestina mendesak Dewan Keamanan PBB agar segera membuat langkah-langkah alternatif," kata Erekat.

Rancangan resolusi Arab yang ditawarkan oleh Jordan Selasa kemarin ditolak, karena gagal memeperolah suara minimal 9 vote dari total 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB. Negara Amerika Serikat dan Australia, beberapa pihak yang menentangnya.

Bahkan bila pun telah mengantongi vote dari 9 negara, Amerika Serikat salah satu negara yang memegang hak veto dewan, akan memveto hal itu. |xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

back to top