Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Rancangan Resolusi Palestina ditolak PBB

Rancangan Resolusi Palestina ditolak PBB

Ramallah-KoPi| Seorang pejabat senior Palestina menyesalkan penolakan Dewan Keamanan PBB terkait rancangan resolusi Palestina.  Resolusi itu mendesak Israel untuk menarik diri dari wilayah Palestina yang telah didudukinya selama tiga tahun.

Rancangan resolusi Palestina "tidak pernah bisa menjadi langkah unilateral baik oleh Palestina atau orang Arab. Ini adalah hak bagi rakyat Palestina untuk mendirikan negara mereka," kata perunding Palestina Saeb Erekat.

"Kepemimpinan Palestina mendesak Dewan Keamanan PBB agar segera membuat langkah-langkah alternatif," kata Erekat.

Rancangan resolusi Arab yang ditawarkan oleh Jordan Selasa kemarin ditolak, karena gagal memeperolah suara minimal 9 vote dari total 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB. Negara Amerika Serikat dan Australia, beberapa pihak yang menentangnya.

Bahkan bila pun telah mengantongi vote dari 9 negara, Amerika Serikat salah satu negara yang memegang hak veto dewan, akan memveto hal itu. |xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

back to top