Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Rancangan Resolusi Palestina ditolak PBB

Rancangan Resolusi Palestina ditolak PBB

Ramallah-KoPi| Seorang pejabat senior Palestina menyesalkan penolakan Dewan Keamanan PBB terkait rancangan resolusi Palestina.  Resolusi itu mendesak Israel untuk menarik diri dari wilayah Palestina yang telah didudukinya selama tiga tahun.

Rancangan resolusi Palestina "tidak pernah bisa menjadi langkah unilateral baik oleh Palestina atau orang Arab. Ini adalah hak bagi rakyat Palestina untuk mendirikan negara mereka," kata perunding Palestina Saeb Erekat.

"Kepemimpinan Palestina mendesak Dewan Keamanan PBB agar segera membuat langkah-langkah alternatif," kata Erekat.

Rancangan resolusi Arab yang ditawarkan oleh Jordan Selasa kemarin ditolak, karena gagal memeperolah suara minimal 9 vote dari total 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB. Negara Amerika Serikat dan Australia, beberapa pihak yang menentangnya.

Bahkan bila pun telah mengantongi vote dari 9 negara, Amerika Serikat salah satu negara yang memegang hak veto dewan, akan memveto hal itu. |xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

back to top