Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

“Rancak” Harmonisasi keragaman dalam seni

“Rancak” Harmonisasi keragaman dalam seni

Surabaya, – Keragaman budaya, pola pikir, kebiasaan, maupun ide dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari setiap individu. Keragaman maupun perbedaan antara satu individu dengan individu lainnya justru merupakan identitas dari masing-masing individu.

Masdibyo dan Gigih Wiyono memandang perbedaan sebagai bentuk energi yang dapat disatukan dengan harmonis dan apik seperti tersirat pada 30 karya lukis yang diusung pada pameran bertajuk “Rancak”, yang digelar mulai tanggal 03 Maret – 01 April 2017 di Galeri HoS.   

Rancak diterjemahkan sebagai proses harmonisasi keragaman yang dinamis sebagai upaya menjaga spirit kreatifitas dan apresiasi dalam berkarya. Karakteristik dalam penciptaan karya yang berbeda dari keduanya mampu menghadirkan karya yang variatif, namun tetap senada. Elok dalam sentuhan maupun goresan kuas yang sarat akan pesan bagi penikmatnya.

Masdibyo sebagai makhluk sosial yang acap kali terhenyak, terhanyut, ketika terjadi peristiwa besar, menuangkan hiruk pikuk perasaannya kedalam sebuah karya seni yang kerap memilukan, mengharukan, namun tak jarang juga membahagiakan, seperti pada karya yang berjudul Berdoa Ditengah Teror Jakarta, dan Rejeki Besar buat Bersama. Lukisan dengan gaya ekspresionis Masdibyo seakan memberi kebebasan bagi penikmatnya dalam mengintrepretasikan setiap karyanya.

Lain halnya dengan Gigih Wiyono pelukis dan pematung asal Sukohardjo, Jawa Tengah yang karya-karyanya lebih terinspirasi oleh mitos-mitos seperti Dewi Sri dan kesuburan yang menjadi tumpuan kaum agraris dari kota kelahirannya, ataupun mitos-mitos kekuasaan yang umumnya terlambang dari sebilah keris, batik, aksara Jawa, dan motif tradisional lainnya, yang dihadirkan secara kontemporer.

Pada karya seperti Berkah Berlimpah I, Energi Berlimpah, Daun Sakti dan Sang Linuwih, Gigih ingin menuturkan pesan yang mengingatkan agar jangan pernah ragu dengan sesuatu yang telah di yakini, mampu menyatukan jiwa antara yin dan yang, dan memberikan dampak positif bagi kehidupan yang lebih luas.

Meskipun berbeda dalam berkarya, Masdibyo dan Gigih Wiyono memiliki kesamaan visi dan misi dalam berkesenian. Kesamaan inilah yang melatar belakangi mereka membentuk kolaborasi DUA KUTUB yang lahir pada tahun 2012 dengan debut pameran pertamanya di Bandung.

Masdibyo sebagai perupa dari kutub utara (Pantura, Tuban, dan pesisir Jawa Timur) yang cukup lama menggarap persoalan rakyat tentang kearifan lokal, cinta kasih, dan kelembutan. Sedangkan Gigih Wiyono yang tumbuh berkembang di wilayah pedesaan dan pertanian sebagai penjaga kearifan lokal kutub selatan (Sukoharjo, Solo).

Dalam pameran kali ke-2 ini, mereka berharap dapat menambah wawasan serta menumbuhkan apresiasi generasi muda dan masyarakat luas terhadap karya seni. Pameran ini juga diharapkan dapat menularkan semangat kebersamaan dalam keragaman, saling mengisi dengan harmonis demi mencapai tujuan.

- Selesai-
Sejak berdiri di tahun 2003, House of Sampoerna (HoS), yang merupakan salah satu bentuk kepedulian PT HM Sampoerna Tbk. kepada kota Surabaya, terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan seni, budaya, sejarah dan pariwisata melalui berbagai agenda kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai edukatif dan sosial bekerja sama dengan berbagai komunitas dan pemerintahan. Usaha keras HoS mendapat apresiasi dari Indonesia dan internasional dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan asing yang mencapai 200.000 orang di 2016, dan diraihnya berbagai penghargaan, salah satunya adalah ‘Top 10 Museum di Indonesia’ dari TripAdvisor sejak 2013 – 2016 dan “Top Choice Destination” yang diberikan oleh Lianorg.com, China.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Rani Anggraini
Manager Museum & Marketing
House of Sampoerna
Taman Sampoerna 6, Surabaya 60163
Tel. (031) 353-9000 ext. 24103
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
www.houseofsampoerna.museum

back to top