Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Rafah membuka pintu harapan bagi Palestina

Rafah membuka pintu harapan bagi Palestina

Rafah, Perbatasan Gaza-Mesir-KoPi, Warga Palestina mencoba lari dari gempuran Israel, tapi hanya dibatasi bagi mereka yang terluka parah dan memegang paspor Mesir.

Setelah hampir sebulan ditutup, Mesir membuka pintu utama Gaza kepada dunia luar, tapi hanya dibatasi bagi pasien yang membutuhkan perawatan medis dan orang-orang yang luka serius akibat gempuran Israel dimana sekarang sudah memasuki hari ke-4.

Menteri Dalam Negeri Gaza mengumumkan bahwa warga Palestina yang memegang paspor Mesir bisa meninggalkan Palestina melalui Rafah.

Tapi ratusan warga Palestina buru-buru ke Rafah pada hari Kamis (10/7), termasuk juga orang yang tidak diizinkan masuk. Polisi Palestina menutup beberapa pintu yang terbuat dari besi untuk mengontrol warga Palestina yang hendak keluar dan mempermudah ambulan yang membawa pasien.

Di pintu tersebut, para wanita, anak-anak dan laki-laki berteriak kepada petugas keamanan pintu, mencoba memasukkan dirinya melalui celah pintu yang tidak ditutup rapat.

Khaled al-Shaer, direktur Penyebrangan Rafah Palestina, mengatakan bahwa dia tidak tahu berapa lama pintu tersebut masih akan dibuka.

Menteri Dalam Negeri Gaza mengatakan bahwa hanya 11 orang Palestina yang luka-luka keluar dari Gaza melewati penyebrangan Rafah pada hari Kamis.

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Jazeera News

back to top