Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Puro Pakualaman lantik 168 kerabat

Puro Pakualaman lantik 168 kerabat

Jogjakarta-KoPi| Puro Pakualaman melantik dan mewisuda sekitar 168 kerabat dan abdi dalem Puro Pakualaman. Namun 11 diantaranya berhalangan hadir.

Kerabat yang dilantik Terdiri dari unsur-unsur Himpunan Kerabat Paku Alaman (HKPA) Notokusuman Indonesia. Seperti HKPA cabang Gunung Kidul, Kulonprogo dan Bantul.

Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Sampeyan Dalem KGGPA Pakualam Al IX Haj Anglingkusumo. Setelah pelantikan, diagendakan mengunjungi makam Raja di Imogiri Bantul.

Menurut KGH. Wiroyudho pelantikan kali merupakan pelantikan yang kedua. berbeda dengan pelantikan sebelumnya, hanya melantik dari trah Pakualaman asli. Sementara pelantikan kedua ini terbuka bagi seluruh masyarakat.

"Terbuka bagi masyarakat tidak memandang suku, ras," jelas KPH. Wiroyudho di sela acara pelantikan di Puro Pakualaman pukul 11.00 Wib.

Turut dilantik dari kalangan ormas-ormas di Jogjakarta, seperti Front Jogja Rembug (FJR), Front Jihad Islamiyah (FJI), Laskar Komando Sakera (Madura), masyarakat Kulonprogo dan Jogjakarta, serta Pondok Pesantren Lempuyangan dan Tebu Ireng.

KGH. Wiroyudho menjelaskan pelantikan,wisuda dan pemberian gelar ini upaya untuk melestarikan budaya Pakualaman. Para kerabat yang telah dilantik nantinya bertugas menguri-uri budaya Pakualaman.

"Kegiatan ini untuk nguri-uri budaya Pakualaman. Memperkokoh budaya Pakualaman dan budaya negara," kata KGH. Wiroyudho.

Sementara gelar nama yang diberikan bervariasi tergantung pada tingkat pendidikan dan hasil penilaian pelatihan.

"Yang terendah Mas Ngabehi, ada Kanjeng Raden Wedono. Paling tinggi Kanjeng Raden Tumenggung Haryo. Ada delapan level," kata KGH. Wiroyudho.

Dalam pelantikan ini juga melantik beberapa tokoh nasional. Namun KGH Wiroyudho enggan memerikan penjelasan lebih.|Winda Efanur FS|

back to top