Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Puncak hujan meteor jam 3 pagi

Puncak hujan meteor jam 3 pagi

Amerika Serikat-KoPi| Hujan meteor atau lebih dikenal dengan Perseids, akan mencapai puncaknya pada pukul 3 pagi waktu setempat pada hari Kamis.

Menurut para astronom hujan meteor terjadi karena bulan pada fase baru dan bulan hampir tidak muncul," kata pakar meteor NASA Bill Cooke.

Perseids puncak terjadi pada tahun 2007. Perseids terbaik dilihat di belahan bumi utara. Penampakan hujan meteor terlihat pada langit cerah di Amerika Serikat, kata direktur meteorologi Weather Underground Jeff Masters.

Namun untuk bagian timur, kawasan Barat penampakan langit hampir tak berawan. Tapi perkiraan ini tidak sebaik untuk wilayah Florida, Minnesota, Wisconsin, Arizona, Utah dan Idaho.

Penampakan langit jatuhnya komet Swift-Tuttle dengan kecepatan atmosfer 133.000 mph hingga terbakar. Sehingga cara terbaik menyaksikannya dengan berbaring dan tanpa menggunakan teleskop. | foxnews.com|Winda Efanur FS|

back to top