Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Puasa dan perwujudan keadilan

Puasa dan perwujudan keadilan
Surabaya - KoPi | Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyatakan bulan suci Ramadan merupakan saat yang tepat untuk menerapkan nilai-nilai keadilan. Dalam konteks sosial, umat muslim yang menjalankan ibadah puasa seharusnya mampu bersikap adil dan lebih peka pada kondisi lingkungan sekitarnya.
 

Hal itu diungkapkan Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf, saat membuka Festival Ramadan Surabaya di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Kamis (17/6). Menurutnya, pelajaran utama dari ibadah puasa adalah melatih diri untuk berbuat adil kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, orang lain dan diri sendiri. Hal itu bisa dilakukan dengan mempraktekkan ajaran untuk berbagi kepada sesama melalui zakat, infak dan sedekah.

“Jika Pancasila diperas maka menghasilkan gotong royong. Sedangkan puasa intinya adalah keadilan. Untuk itu mari bersama-sama kita belajar melatih berlaku adil minimal pada diri sendiri,” kata Gus Ipul.

Sejak dahulu, para bapak pendiri bangsa telah mengamanahkan keadilan dan kemakmuran untuk seluruh rakyat Indonesia melalui Pancasila dan UUD 1945. Karena itu, makna membangun tatanan masyarakat yang maju harus dimulai dari konsep keadilan. 

“Jadi masyarakat mendapatkan keadilan dulu kemudian dengan usaha bersama menuju kemakmuran,” ujar Gus Ipul. 

Bulan suci Ramadhan, menurutnya harus bisa menanamkan sikap kepedulian terhadap kaum dhuafa. Salah satu bentuk kepedulian sosial yang menjadi pesan moral puasa adalah memperhatikan dan menyantuni kaum dhuafa. 

“Menyantuni dhuafa dan anak putus sekolah adalah bagian dari mewujudkan keadilan,” tambahnya.

back to top