Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Puasa dan lebaran, masyarakat harus waspadai uang palsu

Puasa dan lebaran, masyarakat harus waspadai uang palsu

Jakarta-KoPi- Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti masyarakat atas peredaran uang palsu menjelang puasa dan lebaran. Pada musim puasa, lebaran, dan hari libur biasanya peredaran uang di masyarakat meningkat.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Antonius Lambok Siahaan mengatakan, peningkatan jumlah uang beredar ini perlu diwaspadai karena besar kemungkinan beredarnya uang palsu.

"Ada kenaikan peredaran uang, utamanya ada gaji ke-13, liburan anak sekolah, libur lebaran, dan ramadan, ini menyebabkan pertambahan uang beredar, memungkinkan beredarnya uang palsu. Ada data juga dari 1 juta yang diedarkan ada 4 lembar yang kita temukan palsu," kata Lambok saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta.

Untuk itu, dia menyebutkan, masyarakat harus berhati-hati dalam melakukan transaksi. Masyarakat juga harus cermat mengenali uang rupiah asli.

"Masyarakat hati-hati, jangan lengah, harus mengecek ciri-ciri, dilihat, diraba diterawang, kenali ciri-ciri rupiah supaya tidak jadi korban," terang dia.

Lambok menyebutkan, dari semua pecahan yang dipalsukan biasanya yang paling banyak adalah pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000.

"Paling banyak yang dipalsukan Rp 50.000-100.000. Masyarakat juga harus memperlakukan rupiah dengan baik jangan taruh di tempat lembab, ditulis dan steples," katanya.

Humas Polri

back to top