Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Puasa dan lebaran, masyarakat harus waspadai uang palsu

Puasa dan lebaran, masyarakat harus waspadai uang palsu

Jakarta-KoPi- Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti masyarakat atas peredaran uang palsu menjelang puasa dan lebaran. Pada musim puasa, lebaran, dan hari libur biasanya peredaran uang di masyarakat meningkat.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Antonius Lambok Siahaan mengatakan, peningkatan jumlah uang beredar ini perlu diwaspadai karena besar kemungkinan beredarnya uang palsu.

"Ada kenaikan peredaran uang, utamanya ada gaji ke-13, liburan anak sekolah, libur lebaran, dan ramadan, ini menyebabkan pertambahan uang beredar, memungkinkan beredarnya uang palsu. Ada data juga dari 1 juta yang diedarkan ada 4 lembar yang kita temukan palsu," kata Lambok saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta.

Untuk itu, dia menyebutkan, masyarakat harus berhati-hati dalam melakukan transaksi. Masyarakat juga harus cermat mengenali uang rupiah asli.

"Masyarakat hati-hati, jangan lengah, harus mengecek ciri-ciri, dilihat, diraba diterawang, kenali ciri-ciri rupiah supaya tidak jadi korban," terang dia.

Lambok menyebutkan, dari semua pecahan yang dipalsukan biasanya yang paling banyak adalah pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000.

"Paling banyak yang dipalsukan Rp 50.000-100.000. Masyarakat juga harus memperlakukan rupiah dengan baik jangan taruh di tempat lembab, ditulis dan steples," katanya.

Humas Polri

back to top