Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

PT. Taman Candi Borobudur tidak peduli nasib pedagang korban kebakaran

PT. Taman Candi Borobudur tidak peduli nasib pedagang korban kebakaran

Borobudur,KoPi- PT Taman Wisata Candi Borobudur sebagai pengelola, dianggap tidak peduli dengan nasib para pedagang korban kebakaran yang terjadi 2 Oktober 2014. Hal ini disampaikan oleh salah satu pengurus paguyuban pedagang pasar SKB yang berada di Taman Candi Borobudur.

"Kami pontang-panting agar bisa berjualan sementara ini, tapi pihak pengelola PT Taman tidak bersikap jelas. Ibu-ibu yang berjualan angkut-angkut meja dagangan kesana kemari karena diusir satpam, kan kasian."

Menurut para pedagang, setelah peristiwa kebakaran itu pihak pengelola PT Taman belum memberikan kepastian tempat untuk berjualan. Mereka juga belum diundang untuk membicarakan bagimana nasib mereka.

"PT Taman sangat lamban dan tidak peduli nasib kami, padahal setiap bulan kita memberikan restribusi kepada PT. Taman Candi Borobudur," ungkap salah satu anggota SKB.

Sementara itu, Maladi, salah tokoh masyarakat di Borobudur menyanyangkan sikap pengelola yang lamban. Untuk itu ia berharap ada musyawarah bersama agar nasib para pedagang korban segera mendapatkan titik terang.

Reporter: Suci Wulandari

back to top