Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

PSEK UGM kuatirkan Rini Soemarno dan dorong Jokowi bentuk BUMN 100% dikuasai negara

PSEK UGM kuatirkan Rini Soemarno dan dorong Jokowi bentuk BUMN 100% dikuasai negara

Jogja-KoPi| Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM menyerukan kepada Presiden Joko Widodo untuk mewaspadai pembentukan Holding BUMN Energi yang tidak jelas konsep dan tujuannya.

Menurut Dr. Fahmi Radhi, MBA dari PSEK UGM, Rini Soemarno terlampau cepat bergerak membentuk holding BUMN di berbagai bidang, terutama di bidang energi.

"Bahkan, Rini Soemarno telah menetapkan target pembentukan Holding BUMN Energi paling lambat Juni 2016 mendatang,"kata Fahmi.

Gerak cepat Rini Soemarno dinilai terlalu gegabah oleh mantan anggota Satgas Mafia Migas tersebut.

"Entah lantaran gerak cepat tersebut, Menteri BUMN tampak tidak punya konsep dan tujuan yang jelas dalam pembentukan Holding BUMN Energi. Konsep Holding BUMN Energi, yang seharusnya mensinergikan seluruh BUMN energi, disimplifikasi hanya dengan menjadikan Pertamina sebagai Perusahaan Holding, yang akan “mencaplok” PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk," jelas Fahmi.

Demikian juga dengan tujuan pencaplokan tersebut dinilai terlalu naif, lantaran hanya dimaksudkan untuk memperbesar akumulasi asset Pertamina sehingga memudahkan bagi Pertamina dalam mencari tambahan utangnya

Untuk itu, Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM mendorong Presiden Joko Widodo agar memerintahkan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno untuk:

1. Membentuk Holding BUMN Energi dengan mensinergikan seluruh BUMN Energi yang terdiri: BUMN Migas, Minerba, Energi Terbarukan dan Listrik. Kosep Holding BUMN Energi dibentuk BUKAN semata-mata Pertamina mengakuisisi PT PGN Tbk.

2. Membentuk Holding BUMN Energi, yang diawali dengan proses sinergi di antaranya BUMN Energi sejenis melalui proses merger. Perusahaan hasil merger BUMN sejenis itu dijadikan anak perusahaan dari Holding BUMN Energi yang akan dibentuk.

3. Membentuk BUMN baru, 100% saham dikuasai Negara, yang akan bertindak sebagai Holding BUMN. BUKAN dengan menunjuk Pertamina sebagai Holding BUMN, lantaran terlalu berat bagi Pertamina untuk menjadi Holding BUMN, sekaligus sebagai pelaku bisnis migas di hulu dan hilir, yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

back to top