Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

PSEK UGM kuatirkan Rini Soemarno dan dorong Jokowi bentuk BUMN 100% dikuasai negara

PSEK UGM kuatirkan Rini Soemarno dan dorong Jokowi bentuk BUMN 100% dikuasai negara

Jogja-KoPi| Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM menyerukan kepada Presiden Joko Widodo untuk mewaspadai pembentukan Holding BUMN Energi yang tidak jelas konsep dan tujuannya.

Menurut Dr. Fahmi Radhi, MBA dari PSEK UGM, Rini Soemarno terlampau cepat bergerak membentuk holding BUMN di berbagai bidang, terutama di bidang energi.

"Bahkan, Rini Soemarno telah menetapkan target pembentukan Holding BUMN Energi paling lambat Juni 2016 mendatang,"kata Fahmi.

Gerak cepat Rini Soemarno dinilai terlalu gegabah oleh mantan anggota Satgas Mafia Migas tersebut.

"Entah lantaran gerak cepat tersebut, Menteri BUMN tampak tidak punya konsep dan tujuan yang jelas dalam pembentukan Holding BUMN Energi. Konsep Holding BUMN Energi, yang seharusnya mensinergikan seluruh BUMN energi, disimplifikasi hanya dengan menjadikan Pertamina sebagai Perusahaan Holding, yang akan “mencaplok” PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk," jelas Fahmi.

Demikian juga dengan tujuan pencaplokan tersebut dinilai terlalu naif, lantaran hanya dimaksudkan untuk memperbesar akumulasi asset Pertamina sehingga memudahkan bagi Pertamina dalam mencari tambahan utangnya

Untuk itu, Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM mendorong Presiden Joko Widodo agar memerintahkan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno untuk:

1. Membentuk Holding BUMN Energi dengan mensinergikan seluruh BUMN Energi yang terdiri: BUMN Migas, Minerba, Energi Terbarukan dan Listrik. Kosep Holding BUMN Energi dibentuk BUKAN semata-mata Pertamina mengakuisisi PT PGN Tbk.

2. Membentuk Holding BUMN Energi, yang diawali dengan proses sinergi di antaranya BUMN Energi sejenis melalui proses merger. Perusahaan hasil merger BUMN sejenis itu dijadikan anak perusahaan dari Holding BUMN Energi yang akan dibentuk.

3. Membentuk BUMN baru, 100% saham dikuasai Negara, yang akan bertindak sebagai Holding BUMN. BUKAN dengan menunjuk Pertamina sebagai Holding BUMN, lantaran terlalu berat bagi Pertamina untuk menjadi Holding BUMN, sekaligus sebagai pelaku bisnis migas di hulu dan hilir, yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

back to top