Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

PSEK UGM kuatirkan Rini Soemarno dan dorong Jokowi bentuk BUMN 100% dikuasai negara

PSEK UGM kuatirkan Rini Soemarno dan dorong Jokowi bentuk BUMN 100% dikuasai negara

Jogja-KoPi| Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM menyerukan kepada Presiden Joko Widodo untuk mewaspadai pembentukan Holding BUMN Energi yang tidak jelas konsep dan tujuannya.

Menurut Dr. Fahmi Radhi, MBA dari PSEK UGM, Rini Soemarno terlampau cepat bergerak membentuk holding BUMN di berbagai bidang, terutama di bidang energi.

"Bahkan, Rini Soemarno telah menetapkan target pembentukan Holding BUMN Energi paling lambat Juni 2016 mendatang,"kata Fahmi.

Gerak cepat Rini Soemarno dinilai terlalu gegabah oleh mantan anggota Satgas Mafia Migas tersebut.

"Entah lantaran gerak cepat tersebut, Menteri BUMN tampak tidak punya konsep dan tujuan yang jelas dalam pembentukan Holding BUMN Energi. Konsep Holding BUMN Energi, yang seharusnya mensinergikan seluruh BUMN energi, disimplifikasi hanya dengan menjadikan Pertamina sebagai Perusahaan Holding, yang akan “mencaplok” PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk," jelas Fahmi.

Demikian juga dengan tujuan pencaplokan tersebut dinilai terlalu naif, lantaran hanya dimaksudkan untuk memperbesar akumulasi asset Pertamina sehingga memudahkan bagi Pertamina dalam mencari tambahan utangnya

Untuk itu, Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM mendorong Presiden Joko Widodo agar memerintahkan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno untuk:

1. Membentuk Holding BUMN Energi dengan mensinergikan seluruh BUMN Energi yang terdiri: BUMN Migas, Minerba, Energi Terbarukan dan Listrik. Kosep Holding BUMN Energi dibentuk BUKAN semata-mata Pertamina mengakuisisi PT PGN Tbk.

2. Membentuk Holding BUMN Energi, yang diawali dengan proses sinergi di antaranya BUMN Energi sejenis melalui proses merger. Perusahaan hasil merger BUMN sejenis itu dijadikan anak perusahaan dari Holding BUMN Energi yang akan dibentuk.

3. Membentuk BUMN baru, 100% saham dikuasai Negara, yang akan bertindak sebagai Holding BUMN. BUKAN dengan menunjuk Pertamina sebagai Holding BUMN, lantaran terlalu berat bagi Pertamina untuk menjadi Holding BUMN, sekaligus sebagai pelaku bisnis migas di hulu dan hilir, yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

back to top