Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Prosesi kelulusan yang mengharukan

Prosesi kelulusan yang mengharukan

Amerika-KoPi, Seorang siswi sekolah menengah menjalani proses upacara kelulusan di samping ranjang perawatan ibunya yang sedang sakit keras. Peristiwa ini terjadi sehari sebelum sang ibu meninggal dunia karena penyakit kanker yang diidapnya.

Glen Burnie High School di wilayah Maryland setuju untuk menggelar prosesi upacara kelulusan pribadi di sisi pembaringan Nyonya Darlene Sugg. Keluarga Nyonya Sugg akhirnya menghubungi pihak sekolah setelah mereka menyadari bahwa Sugg terlalu parah sakitnya dan dirinya tidak mampu untuk menghadiri prosesi upacara kelulusan putrinya, Megan, yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juni.


 “Sebelumnya, saya pikir dirinya akan mampu menghadiri acra tersebut, tetapi dua hari ini kondisinya sangat menurun drastis,” ujar Steve Sugg, ayah Megan.


Upacara tersebut dilaksanakan hari kamis dan pada hari sabtu Nyonya Sugg meninggal dunia. Menurut Maryland Gazette, Nyonya Sugg didiagnosa mengidap kanker kolorektum sejak empat tahun yang lalu.


“Aku senang ibuku dapat melihatku, tetapi aku juga sedih,” ujar Megan, yang dipotret dengan linangan airmata dan mengenakan gaun lengkap dengan jubah kelulusan.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au






back to top