Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

"Promosi" Dinkes ke masjid-masjid belum optimal

"Promosi" Dinkes ke masjid-masjid belum optimal

Jogjakarta-KoPi| Dinas kesehatan DIY melaunching promosi kesehatan ke masjid dan musholla di kota Jogjakarta pukul 10.30 WIB di ruang Bima, Balaikota Yogyakarta.Promosi kesehatan ini bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia. Menurut Kepala Bidang Promosi Dinkes, Tri Mardoyo acara ini bertujuan memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Target promosi akan dilaksanakan pada 100 masjid-musholla di kota Jogjakarta. Promosi ini lanjutan dari program promosi pada tahun 2014 lalu. Hingga kini sudah mencakup 200 masjid dan musholla.

Berdasarkan data dari Dinkes perkembangan penyakit di Jogja sangat memerlukan penanganan dan pencegahan yang insentif. Ditambah perkembangan penyakit menular di kota Jogja belum menunjukan tanda-tanda menurun.

“ Bahkan penyakit degeneratif cenderung naik seperti hipertensi. Sementara angka kematian di Jogja dari tahun 2011-2014 cenderung naik, meskipun tingkat kesehatannya masih tinggi daripada rata-rata nasional. Secara nsional umur harapan hidup Jogja paling tinggi”, papar Tri.

Melihat data tingginya penyakit di Jogja, promosi Dinkes ini menjadi terobosan baru. Upaya melakukan promosi temapat-tempat ibadah diharapkan mampu menjangkau kondisi masyarakat.

Bentuk promosi berupa CD pembelajaran dan tips menjaga kebersihan dan kesehatan. Salah satu audio memuat cara mencegah peredaran diare, DBD, dan leptyosirosis  terkait kebersihan lingkungan.

“ Para takmir masjid akan memutar lagu-lagu maupun kultum materi promosi ini”, ujar Tri.

Secara terpisah ketua II MUI kota Drs. Jufrihansah menyambut baik upaya dari Dinkes DIY. Selama ini persoalan kesehatan turut menjadi priorotas umat Islam. Masih banyak PR yang perlu diperhatikan seperti rokok, HIV bahkan imunisasi.

Namun Drs. Jufrihansah menyayangkan program ini belum mencakup 50 % masjid musholla se- DIY.  “ Baru 100 sangat sedikit. Pasalnya ada 6000 masjid-musholla se-DIY”, Drs. Jufrihansah. |Winda Efanur FS|

back to top