Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

"Promosi" Dinkes ke masjid-masjid belum optimal

"Promosi" Dinkes ke masjid-masjid belum optimal

Jogjakarta-KoPi| Dinas kesehatan DIY melaunching promosi kesehatan ke masjid dan musholla di kota Jogjakarta pukul 10.30 WIB di ruang Bima, Balaikota Yogyakarta.Promosi kesehatan ini bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia. Menurut Kepala Bidang Promosi Dinkes, Tri Mardoyo acara ini bertujuan memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Target promosi akan dilaksanakan pada 100 masjid-musholla di kota Jogjakarta. Promosi ini lanjutan dari program promosi pada tahun 2014 lalu. Hingga kini sudah mencakup 200 masjid dan musholla.

Berdasarkan data dari Dinkes perkembangan penyakit di Jogja sangat memerlukan penanganan dan pencegahan yang insentif. Ditambah perkembangan penyakit menular di kota Jogja belum menunjukan tanda-tanda menurun.

“ Bahkan penyakit degeneratif cenderung naik seperti hipertensi. Sementara angka kematian di Jogja dari tahun 2011-2014 cenderung naik, meskipun tingkat kesehatannya masih tinggi daripada rata-rata nasional. Secara nsional umur harapan hidup Jogja paling tinggi”, papar Tri.

Melihat data tingginya penyakit di Jogja, promosi Dinkes ini menjadi terobosan baru. Upaya melakukan promosi temapat-tempat ibadah diharapkan mampu menjangkau kondisi masyarakat.

Bentuk promosi berupa CD pembelajaran dan tips menjaga kebersihan dan kesehatan. Salah satu audio memuat cara mencegah peredaran diare, DBD, dan leptyosirosis  terkait kebersihan lingkungan.

“ Para takmir masjid akan memutar lagu-lagu maupun kultum materi promosi ini”, ujar Tri.

Secara terpisah ketua II MUI kota Drs. Jufrihansah menyambut baik upaya dari Dinkes DIY. Selama ini persoalan kesehatan turut menjadi priorotas umat Islam. Masih banyak PR yang perlu diperhatikan seperti rokok, HIV bahkan imunisasi.

Namun Drs. Jufrihansah menyayangkan program ini belum mencakup 50 % masjid musholla se- DIY.  “ Baru 100 sangat sedikit. Pasalnya ada 6000 masjid-musholla se-DIY”, Drs. Jufrihansah. |Winda Efanur FS|

back to top