Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Program pembangunan listrik hanya capai 20 ribu Megawatt pada 2019

Program pembangunan listrik hanya capai 20 ribu Megawatt pada 2019

Jogja-KoPi|Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan program pembangunan listrik 35 ribu Mega Watt kemungkinan besar hanya akan terealisasikan 20 ribu Megawatt di tahun 2019 akibat pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 5,1-5,2 persen.

 

Program pembangunan listrik sebesar 20 ribu Megawatt di tahun 2019 sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi yang ada.

"Pembangunan pembangkit listrik harus menyesuaikan pertumbuhan ekonomi. Kalau dibangun tidak ada yang makai gimana? Pertumbuhan ekonomi kita 5,1-5,2 persen dengan itu hanya menjadi 6 sekian persen. Hitung saja 6-7 persen pertumbuhan itu berapa termasuk nanti researchnya", jelas Arcandra dalam diskusi Mewujudkan Keselarasan RUEN dan RUED Dalam Rangka Mencapai Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (25/4).

Target 35 ribu Megawatt dalam program pembangunan listrik di tahun 2019 sendiri berpijak pada pertimbangan laju ekonomi yang diprediksi mencapai angka 7-8 persen.

Meskipun demikian, Arcandra tetap berharap dapat mengejar ketertinggalan capaian di tahun-tahun berikutnya untuk mencapai target 430 ribu Megawatt di tahun 2050.

"Kita berharap 2019 kita 72 rbu -75 ribu Mega Watt sisanya akan diselesaikan pas waktu berikutnya. Sedangkan, saat ini sudah mencapai 51 ribu Megawatt", jelasnya.

Sementara itu menurut Dr. Deendarlianto, Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada, pencapaian 20 ribu Megawatt dalam program pembangunan listrik di tahun 2019 sangat cukup untuk kondisi ke depan. Mengingat banyak kendala yang terjadi selain laju pertumbuhan ekonomi.

“Kendalanya banyak sekali,pertama pembebasan lahan, infrastruktur yang belum siap, serta sinkonasisasi aturan. Jadi 35 ribu Megawatt itu bukan kiat-kiat”, ujarnya.

back to top