Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Produsen siomay rumahan memiliki banyak kendala

Produsen siomay rumahan memiliki banyak kendala

Yogya – KoPi, Siomay merupakan salah satu makanan yang digemari kebanyakan orang, baik itu siomay yang diproduksi secara rumahan (mikro) maupun yang sudah punya merek terkenal (makro). Namun, pada kenyataannya, para produsen siomay rumahan itu memiliki banyak kendala-kendala yang harus dipecahkan.

Karena itulah, Diah Rina K (Wakil Dekan Fakultas Pertanian UMY), Lestari Rahayu (Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian UMY) dan Ahdiana Yuni Lestari (Dosen Hukum UMY) mencoba membantu memecahkan kendala-kendala yang dihadapi oleh para produsen siomay rumahan.

Ketiganya melakukan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan mutu siomay, baik dari segi proses produksi, pemberian label halal, hingga pengurusan izin produksi. Kendala-kendala yang ditemukan itu, terletak pada proses pengadonan bahan-bahan siomay. Sebab, rata-rata para produsen siomay rumahan seperti pedagang siomay keliling itu, masih melakukan proses pengadonan secara manual.

Ditemui di ruang dekanat Fakultas Pertanian Kampus Terpadu UMY, hari ini, Diah Rina mengatakan, kendala lainnya juga ditemukan dalam melakukan penyimpanan produk atau bahan siomay yang tersisa, jika tidak habis dalam masa satu hari penjualan.

Reporter: Affan Safani Adham

back to top