Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Produksi padi saat ini rendah

Produksi padi saat ini rendah

Sleman – KoPi, Rendahnya produksi padi saat ini, disebabkan beberapa hal, antara lain adanya serangan organisme pengganggu tanaman, belum diterapkannya inovasi teknologi budidaya serta pemilihan benih varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim, kualitas lahan yang menurun akibat penggunaan input kimia yang berlebihan, sempitnya lahan akibat alih fungsi lahan pertanian , penguasaan teknologi oleh petani yang masih rendah.

Prof. Dr. Gunawan Somodiningrat dari UGM menyampaikan, rendahnya kualitas beras mengakibatkan prosentase rata-rata beras pecah di DIY mencapai 35 persen dari keseluruhan beras yang digiling. “Perlu adanya pembinaan intensif kepada petani untuk membuat prosentase tersebut turun hingga mencapai25 persen, bahkan bukan mustahil bisa ditekan hingga angka 15 persen,” kata Gunawan, Jum’at (2/5/2014).

Berkaitan dengan rendahnya produksi padi, belum lama ini teknologi padi istimewa dan gerakan petani cerdas diresmikan Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX di RM Limasan, Ngalangan, Ngaglik, Sleman, didampingi Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS, M.Hum, Kepala Dinas Pertanian DIY Ir. Sasongko, MSi, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno, MSi. 

Nama padi istimewa di Sleman, pengembangan jenis Menur (Melati dari Menoreh) dengan nama Syntia, ternyata mampu menghasilkan padi yang sudah baik kualitasnya maupun kuantitasnya. “Dan juga memiliki rasa yang enak,” jelas Gunawan Somodiningrat.

Pembangunan pertanian memegang peranan penting dalam rangka mencapaian target produksi pangan. “Sekaligus berperan daalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Paku Alam IX dengan menambahkan sektor pertanian juga masih merupakan sektor yang dapat menampung tenaga kerja cukup besar.

Saat ini, serapan tenaga kerja di sektor pertanian cukup potensial. Hal itu menunjukkan masih banyak ruang dari sektor pertanian yang perlu dikembangkan. Dari berbagai pengalaman pembangunan selama ini, pembangunan pertanian harus dimulai dari desa sebagai upaya menekan laju urbanisasi serta ketimpangan sosial ekonomi masyarakat, baik struktural maupun spasial.

Bagi Gunawan, pembangunan pertanian yang bersinergi dengan pembangunan wilayah pedesaan juga memiliki tujuan, untuk meningkatkan taraf kehidupan sosial dan ekonomi pada masyarakat desa.

Ditambahkan Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS, M.Hum, perkembangan alih fungsi lahan di kabupaten Sleman sangat tinggi. “Disebabkan adanya penjualan lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi bangunan,” terangnya.

Menurut Yuni, masyarakat jangan terlalu mudah untuk menjual sawahnya, sehingga menjadi fungsi yang lain. Ia berharap agar masyarakat menggeluti pertanian maupun perikanan, bukan hanya generasi tua saja. “Tetapi generasi muda sebaiknya menjadi motor dan pelopor dalam pertanian,” tukas Yuni.

Reporter: Affan Safani Adham

back to top