Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Produksi padi saat ini rendah

Produksi padi saat ini rendah

Sleman – KoPi, Rendahnya produksi padi saat ini, disebabkan beberapa hal, antara lain adanya serangan organisme pengganggu tanaman, belum diterapkannya inovasi teknologi budidaya serta pemilihan benih varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim, kualitas lahan yang menurun akibat penggunaan input kimia yang berlebihan, sempitnya lahan akibat alih fungsi lahan pertanian , penguasaan teknologi oleh petani yang masih rendah.

Prof. Dr. Gunawan Somodiningrat dari UGM menyampaikan, rendahnya kualitas beras mengakibatkan prosentase rata-rata beras pecah di DIY mencapai 35 persen dari keseluruhan beras yang digiling. “Perlu adanya pembinaan intensif kepada petani untuk membuat prosentase tersebut turun hingga mencapai25 persen, bahkan bukan mustahil bisa ditekan hingga angka 15 persen,” kata Gunawan, Jum’at (2/5/2014).

Berkaitan dengan rendahnya produksi padi, belum lama ini teknologi padi istimewa dan gerakan petani cerdas diresmikan Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX di RM Limasan, Ngalangan, Ngaglik, Sleman, didampingi Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS, M.Hum, Kepala Dinas Pertanian DIY Ir. Sasongko, MSi, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno, MSi. 

Nama padi istimewa di Sleman, pengembangan jenis Menur (Melati dari Menoreh) dengan nama Syntia, ternyata mampu menghasilkan padi yang sudah baik kualitasnya maupun kuantitasnya. “Dan juga memiliki rasa yang enak,” jelas Gunawan Somodiningrat.

Pembangunan pertanian memegang peranan penting dalam rangka mencapaian target produksi pangan. “Sekaligus berperan daalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Paku Alam IX dengan menambahkan sektor pertanian juga masih merupakan sektor yang dapat menampung tenaga kerja cukup besar.

Saat ini, serapan tenaga kerja di sektor pertanian cukup potensial. Hal itu menunjukkan masih banyak ruang dari sektor pertanian yang perlu dikembangkan. Dari berbagai pengalaman pembangunan selama ini, pembangunan pertanian harus dimulai dari desa sebagai upaya menekan laju urbanisasi serta ketimpangan sosial ekonomi masyarakat, baik struktural maupun spasial.

Bagi Gunawan, pembangunan pertanian yang bersinergi dengan pembangunan wilayah pedesaan juga memiliki tujuan, untuk meningkatkan taraf kehidupan sosial dan ekonomi pada masyarakat desa.

Ditambahkan Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS, M.Hum, perkembangan alih fungsi lahan di kabupaten Sleman sangat tinggi. “Disebabkan adanya penjualan lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi bangunan,” terangnya.

Menurut Yuni, masyarakat jangan terlalu mudah untuk menjual sawahnya, sehingga menjadi fungsi yang lain. Ia berharap agar masyarakat menggeluti pertanian maupun perikanan, bukan hanya generasi tua saja. “Tetapi generasi muda sebaiknya menjadi motor dan pelopor dalam pertanian,” tukas Yuni.

Reporter: Affan Safani Adham

back to top