Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Produksi Menurun, Ekspor Tergerus

Produksi Menurun, Ekspor Tergerus

Indonesia masih berada di musim panen sawit yang rendah. Hal ini berdampak pada kinerja produksi minyak sawit.

 

Produksi minyak sawit (CPO dan PKO) Indonesia pada Februari 2017 tercatat menurun sekitar 8% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, atau dari 2,86 juta ton pada Januari menurun menjadi 2,6 juta ton di Februari.

Kinerja ekspor minyak sawit juga ikut tergelincir. Ekspor minyak sawit Indonesia termasuk oleochemical dan biodiesel hanya mampu mencapai 2,66 juta ton pada Februrari atau turun 6% dibandingkan Januari lalu yang mencapai 2,84 juta ton.

Penurunan ekspor ini lebih banyak disebabkan tingginya bea keluar yang dikenakan pada Februari yaitu US$ 18 per metrik ton. Hal ini membuat para penghasil minyak sawit menahan penjualan sebaliknya traders juga menahan pembelian.

Stok minyak sawit Indonesia pada akhir Februari tercatat 1,93 juta ton atau tergerus sekitar 32,5% dibandingkan dengan pada stok Januari lalu yaitu 2,85 juta ton. Stok terkikis karena produksi yang masih turun sementara ekspor masih tinggi meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Sepanjang Februari negara-negara Timur Tengah, Bangladesh, China dan negara-negara Afrika membukukan kenaikan permintaan akan minyak sawit Indonesia.

Negara-negara Timur Tengah mencatatkan kenaikan permintaan yang sangat signifikan yaitu 116% atau dari 104,09 ribu ton pada Januari terkerek menjadi 224,73 ribu ton pada Februari lalu. Sementara kenaikan permintaan dicatatkan Bangladesh sebesar 23%, China 9% dan negara-negara Afrika 3%.

Sebaliknya penurunan permintaan minyak sawit Indonesia dibukukan oleh Amerika Serikat, negaranegara Uni Eropa, Pakistan dan India. Negeri Paman Sam mencatatkan penurunan permintaan sebesar 46% atau dari 100,89 ribu ton pada Januari tergerus menjadi 54,85 ribu ton pada Februari.

Penurunan ini diekori oleh negara-negara Benua Biru sebesar 43%, Pakistan 25% dan India 13%. Selain dari bea keluar yang tinggi, penurunan permintaan juga disebabkan adanya perlambatan konsumsi masyarakat di India dan banyaknya stok kedelai di Amerika Serikat.

Dari sisi harga, sepanjang Februari 2017 harga rata-rata CPO global bergerak di kisaran US$725 – US$ 820 per metrik ton dengan harga rata-rata US$ 777,5 per metrik ton.

Harga harian minyak sawit pada pekan pertama sampai pada pekan ketiga masih menunjukkan tren kenaikan dan terus terkoreksi pada pekan terakhir Februari. Harga mulai terkoreksi karena permintaan pasar yang sepi.

Harga CPO global masih stagnan sepanjang Maret yang bergerak di kisaran US$ 685 – US$ 750 per metrik ton dengan harga rata-rata US$ 731,7 per metrik ton. GAPKI memperkirakan harga sampai pekan kedua April akan masih tetap stagnan dan akan bergerak di kisaran US$ 680 – US$ 720 per metrik ton.

Sementara itu, pemerintah Indonesia telah menetapkan bea keluar ekspor CPO untuk bulan April sebesar US$ 3 per metrik ton dengan harga referensi US$ 762,88 per metrik ton.

Indonesian Palm Oil Statistics Data 2017 *’000
Sumber : diolah dari ESDM, Kementan, Kemenperin, BPS, GAPKI, APROBI, GIMNI, APOLIN, AIMMI, BPDPKS
Jakarta, 6 April 2017 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)
Informasi lebih lanjut, hubungi:
Fadhil Hasan Direktur Eksekutif GAPKI Tel. 021-57943871 Fax. 021-57943872

back to top