Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pria ini temukan vasektomi yang bisa dikontrol

Pria ini temukan vasektomi yang bisa dikontrol
KoPi| Biasanya, orang yang melakukan kontrasepsi dengan metode vasektomi akan tidak bisa lagi menghamili wanita. Namun, di masa depan, tidak lagi demikian. Suatu saat, pria yang menjalani operasi vasektomi akan bisa mengatur kapan sel sperma mereka dapat mengalir.
 

Adalah tukang kayu asal Jerman, Clemens Bimek, yang menemukan metode kontrasepsi pria yang bisa mengatur kapan sel sperma mereka dapat mengalir, hanya dengan sentuhan tombol. Alat yang diberi nama Bimek SLV tersebut berukuran kecil, hanya sebesar permen jelly. Melalui operasi kecil, alat tersebut diimplan dan dipasang di saluran sperma. Alat itu juga memiliki semacam keran yang bisa dibuka dan ditutup dengan tombol yang dipasang di bagian skrotum.

Saat keran tersebut ditutup, alat itu akan mengalihkan aliran sel sperma, mencegahnya memasuki air mani. Cara ini membuat pria tetap steril meski sedang berejakulasi.

Bimek menyatakan, prosedur ini mirip dengan vasektomi. Bedanya, vasektomi tidak bisa dibalik dan harus melalui operasi kecil yang rumit. Namun, dengan alat ini, prosedurnya dapat dibalik hanya dengan sentuhan tombol, sehingga pria bisa kembali subur.

Majalah Jerman Spiegel menulis, Bimek mendapat ide ini pada 20 tahun lalu, ketika menonton acara dokumenter mengenai kontrasepsi. Lalu, pada tahun 2000, ia mengajukan hak paten atas penemuannya.

"Banyak dokter yang saya ajak konsultasi tak menghiraukan saya. Tapi ada juga yang mendukung dan mendorong saya untuk melanjutkan upaya saya, serta membantu dengan pengetahuan mereka," ungkap Bimek pada Spiegel, seperti dilansir Huffington Post.

Sejauh ini, Bimek baru menguji alat ini pada dirinya dan staf marketingnya. Bimek berharap tahun ini bisa mencoba mengimplankan alat ini pada 25 orang pria. Targetnya, produk final alat ini bisa dipasarkan pada tahun 2018. |Huffington Post|

back to top