Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Pria ini temukan vasektomi yang bisa dikontrol

Pria ini temukan vasektomi yang bisa dikontrol
KoPi| Biasanya, orang yang melakukan kontrasepsi dengan metode vasektomi akan tidak bisa lagi menghamili wanita. Namun, di masa depan, tidak lagi demikian. Suatu saat, pria yang menjalani operasi vasektomi akan bisa mengatur kapan sel sperma mereka dapat mengalir.
 

Adalah tukang kayu asal Jerman, Clemens Bimek, yang menemukan metode kontrasepsi pria yang bisa mengatur kapan sel sperma mereka dapat mengalir, hanya dengan sentuhan tombol. Alat yang diberi nama Bimek SLV tersebut berukuran kecil, hanya sebesar permen jelly. Melalui operasi kecil, alat tersebut diimplan dan dipasang di saluran sperma. Alat itu juga memiliki semacam keran yang bisa dibuka dan ditutup dengan tombol yang dipasang di bagian skrotum.

Saat keran tersebut ditutup, alat itu akan mengalihkan aliran sel sperma, mencegahnya memasuki air mani. Cara ini membuat pria tetap steril meski sedang berejakulasi.

Bimek menyatakan, prosedur ini mirip dengan vasektomi. Bedanya, vasektomi tidak bisa dibalik dan harus melalui operasi kecil yang rumit. Namun, dengan alat ini, prosedurnya dapat dibalik hanya dengan sentuhan tombol, sehingga pria bisa kembali subur.

Majalah Jerman Spiegel menulis, Bimek mendapat ide ini pada 20 tahun lalu, ketika menonton acara dokumenter mengenai kontrasepsi. Lalu, pada tahun 2000, ia mengajukan hak paten atas penemuannya.

"Banyak dokter yang saya ajak konsultasi tak menghiraukan saya. Tapi ada juga yang mendukung dan mendorong saya untuk melanjutkan upaya saya, serta membantu dengan pengetahuan mereka," ungkap Bimek pada Spiegel, seperti dilansir Huffington Post.

Sejauh ini, Bimek baru menguji alat ini pada dirinya dan staf marketingnya. Bimek berharap tahun ini bisa mencoba mengimplankan alat ini pada 25 orang pria. Targetnya, produk final alat ini bisa dipasarkan pada tahun 2018. |Huffington Post|

back to top