Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Prestasi, mahasiswa Palestina ciptakan rompi tuna netra

Prestasi, mahasiswa Palestina ciptakan rompi tuna netra

Palestina-KoPi| Mahasiswa Palestina dari Universitas Politeknik di Hebron telah menciptakan rompi tune netra.  Sebuah rompi menggunakan getaran dan perintah suara untuk memungkinkan orang buta berjalan tanpa bantuan.

Alat pintar Assist System Tunanetra (SASB) dirancang sesuai tongkat tuna netra. Berbeda dengan seri rompi Eyeronman AS yang terlebih dahulu beredar di pasar. Perangkat memakai hands-free dengan sensor dan emitter dipasang langsung ke rompi untuk mendeteksi rintangan. Ini berisi Laser Lidar, USG, dan teknologi inframerah.

Menurut mahasiswa pascasarjana teknik, Abdel Rahman al-Barmeel, yang membantu merancang SASB, sistem alat ini sederhana dan nyaman untuk digunakan oleh tuna netra.

"Proyek ini menawarkan banyak solusi yang berbeda untuk proyek-proyek sebelumnya yang lain, misalnya ide sensor tanah, yang efektif dalam proyek ini. Alat ini bekerja dengan mengarahkan tuna netra dengan perintah getaran dan suara," kata al-Barmeel.

Proyek ini dikembangkan di bawah pengawasan Dekan Jurusan Teknik dan Project Supervisor, Dr. Ramzi al-Qawasmi.

Al-Qawasmi menyatakan pentingnya meningkatkan kehidupan tunanetra.

"Proyek ini merupakan sebuah rompi yang dikenakan oleh tunanetra untuk membantu mereka untuk berintegrasi ke dalam masyarakat dan berkomunikasi. Melatih mereka berjalan tanpa hambatan," katanya. |reuters.com| Winda Efanur FS|

Media

back to top