Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Prestasi, mahasiswa Palestina ciptakan rompi tuna netra

Prestasi, mahasiswa Palestina ciptakan rompi tuna netra

Palestina-KoPi| Mahasiswa Palestina dari Universitas Politeknik di Hebron telah menciptakan rompi tune netra.  Sebuah rompi menggunakan getaran dan perintah suara untuk memungkinkan orang buta berjalan tanpa bantuan.

Alat pintar Assist System Tunanetra (SASB) dirancang sesuai tongkat tuna netra. Berbeda dengan seri rompi Eyeronman AS yang terlebih dahulu beredar di pasar. Perangkat memakai hands-free dengan sensor dan emitter dipasang langsung ke rompi untuk mendeteksi rintangan. Ini berisi Laser Lidar, USG, dan teknologi inframerah.

Menurut mahasiswa pascasarjana teknik, Abdel Rahman al-Barmeel, yang membantu merancang SASB, sistem alat ini sederhana dan nyaman untuk digunakan oleh tuna netra.

"Proyek ini menawarkan banyak solusi yang berbeda untuk proyek-proyek sebelumnya yang lain, misalnya ide sensor tanah, yang efektif dalam proyek ini. Alat ini bekerja dengan mengarahkan tuna netra dengan perintah getaran dan suara," kata al-Barmeel.

Proyek ini dikembangkan di bawah pengawasan Dekan Jurusan Teknik dan Project Supervisor, Dr. Ramzi al-Qawasmi.

Al-Qawasmi menyatakan pentingnya meningkatkan kehidupan tunanetra.

"Proyek ini merupakan sebuah rompi yang dikenakan oleh tunanetra untuk membantu mereka untuk berintegrasi ke dalam masyarakat dan berkomunikasi. Melatih mereka berjalan tanpa hambatan," katanya. |reuters.com| Winda Efanur FS|

Media

back to top