Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Prestasi, mahasiswa Palestina ciptakan rompi tuna netra

Prestasi, mahasiswa Palestina ciptakan rompi tuna netra

Palestina-KoPi| Mahasiswa Palestina dari Universitas Politeknik di Hebron telah menciptakan rompi tune netra.  Sebuah rompi menggunakan getaran dan perintah suara untuk memungkinkan orang buta berjalan tanpa bantuan.

Alat pintar Assist System Tunanetra (SASB) dirancang sesuai tongkat tuna netra. Berbeda dengan seri rompi Eyeronman AS yang terlebih dahulu beredar di pasar. Perangkat memakai hands-free dengan sensor dan emitter dipasang langsung ke rompi untuk mendeteksi rintangan. Ini berisi Laser Lidar, USG, dan teknologi inframerah.

Menurut mahasiswa pascasarjana teknik, Abdel Rahman al-Barmeel, yang membantu merancang SASB, sistem alat ini sederhana dan nyaman untuk digunakan oleh tuna netra.

"Proyek ini menawarkan banyak solusi yang berbeda untuk proyek-proyek sebelumnya yang lain, misalnya ide sensor tanah, yang efektif dalam proyek ini. Alat ini bekerja dengan mengarahkan tuna netra dengan perintah getaran dan suara," kata al-Barmeel.

Proyek ini dikembangkan di bawah pengawasan Dekan Jurusan Teknik dan Project Supervisor, Dr. Ramzi al-Qawasmi.

Al-Qawasmi menyatakan pentingnya meningkatkan kehidupan tunanetra.

"Proyek ini merupakan sebuah rompi yang dikenakan oleh tunanetra untuk membantu mereka untuk berintegrasi ke dalam masyarakat dan berkomunikasi. Melatih mereka berjalan tanpa hambatan," katanya. |reuters.com| Winda Efanur FS|

Media

back to top