Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Presiden Ukraina: tidak ada solusi militer untuk konflik dengan Rusia

Presiden Ukraina: tidak ada solusi militer untuk konflik dengan Rusia
Ukraina-KoPi- Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik negaranya dengan Rusia dan sekarang Ukraina lebih membutuhkan dukungan ekonomi dan politik dari Eropa untuk membantu menghindari eskalasi (kenaikan; pertambahan volume, jumlah).

Presiden Ukraina memutuskan untuk menghentikan gencatan senjata dengan Rusia Jumat lalu karena dianggap perjanjian itu gagal. Rusia yang membantah mengirim pasukan tempur ke Ukraina, telah menarik pasukannya yang berjumlah 1.000 orang. 

Para separatis pro-Rusia menuntut kemerdekaan dan asosiasi yang lebih erat dengan Rusia. Tetapi Poroshenko mengatakan kemerdekaan bukanlah pilihan.

Dia berharap pertumpahan darah dapat dihindari setelah konflik lima bulan yang telah menewaskan sekitar 3.000 jiwa. Dia berkata bahwa Ukraina akan memenangkan kembali wilayahnya yang hilang dan tetap bersatu dengan meningkatkan kondisi ekonomi. 

"Saya yakin bahwa kami akan memenangkan persaingan ekonomi, demografi, dan liberal," katanya. "Standar hidup kami akan jauh lebih baik. Ini adalah satu-satunya cara kita bisa menang”, tegas Poroshenko.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

back to top