Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Presiden Ukraina: tidak ada solusi militer untuk konflik dengan Rusia

Presiden Ukraina: tidak ada solusi militer untuk konflik dengan Rusia
Ukraina-KoPi- Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik negaranya dengan Rusia dan sekarang Ukraina lebih membutuhkan dukungan ekonomi dan politik dari Eropa untuk membantu menghindari eskalasi (kenaikan; pertambahan volume, jumlah).

Presiden Ukraina memutuskan untuk menghentikan gencatan senjata dengan Rusia Jumat lalu karena dianggap perjanjian itu gagal. Rusia yang membantah mengirim pasukan tempur ke Ukraina, telah menarik pasukannya yang berjumlah 1.000 orang. 

Para separatis pro-Rusia menuntut kemerdekaan dan asosiasi yang lebih erat dengan Rusia. Tetapi Poroshenko mengatakan kemerdekaan bukanlah pilihan.

Dia berharap pertumpahan darah dapat dihindari setelah konflik lima bulan yang telah menewaskan sekitar 3.000 jiwa. Dia berkata bahwa Ukraina akan memenangkan kembali wilayahnya yang hilang dan tetap bersatu dengan meningkatkan kondisi ekonomi. 

"Saya yakin bahwa kami akan memenangkan persaingan ekonomi, demografi, dan liberal," katanya. "Standar hidup kami akan jauh lebih baik. Ini adalah satu-satunya cara kita bisa menang”, tegas Poroshenko.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

back to top