Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Presiden Jokowi mesti membicarakan pencemaran Laut Timor

haluan haluan

Kupang-KoPi| Alumnus Universitas Nasional Australia (ANU) Gregorius Neonbasu SVD, PhD mendesak Presiden Joko Widodo mengangkat isu pencemaran Laut Timor sebagai salah satu agenda pembicaraan dalam pertemuannya dengan PM Australia Malcolm Turnbull di Australia dalam kunjungan nya pada November 2016 ini.

"Agenda tersebut menjadi sangat penting untuk mendukung upaya hukum yang dilakukan oleh lebih dari 13.000 petani rumput laut asal Nusa Tenggara Timur di Pengadilan Federal Australia yang menjadi korban dari pencemaran tersebut," kata Neonbasu yang juga rohaniawan Katolik itu kepada pers di Kupang, Senin.

Tumpahan minyak mentah bercampur bubuk kimia sangat beracun dispersan yang mencemari hampir 90 persen wilayah perairan Indonesia di Laut Timor itu akibat meledaknya anjungan minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009.

Sebagian besar wilayah pesisir selatan kepulauan Nusa Tenggara Timur mengalami pencemaran sehingga upaya budidaya rumput laut yang dilakukan masyarakat pesisir menjadi gagal total, dan hasil penangkapan nelayan yang bersumber dari Laut Timor juga mengalami penurunan yang signifikan.

"Sebagian besar nelayan kita sudah hengkang ke wilayah perairan Sumatera dan Kalimantan untuk mencari sumber kehidupan baru di sana," komentar Ketua Aliansi Nelayan Tradisional Laut Timor (Antralamor) H Farren Mustafa kepada Antara secara terpisah.

Neonbasu yang juga Ketua Dewan Riset Daerah Nusa Tenggara Timur itu mengatakan pertemuan Jokowi-Malcolm berada pada suatu dimensi waktu yang tepat di tengah lebih dari 13.000 petani rumput laut yang sedang menggugat PTTEP Australasia secara "class action" di Pengadilan Federal Australia di Sydney sejak 22 Agustus 2016.

"Masalah rumput laut, itu persoalan kecil,tetapi masih ada persoalan yang lebih besar lagi yang harus dibicarakan oleh Jokowi-Malcolm seperti restorasi wilayah perairan Laut Timor, kerusakan ekosistem laut, dampak kesehatan yang dialami oleh masyarakat pesisir, dan nelayan NTT serta sebuah legal preseden dalam kasus ini sangat penting bagi kedua negara," kata antropolog budaya dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang itu.

back to top