Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Presiden Jokowi mesti membicarakan pencemaran Laut Timor

haluan haluan

Kupang-KoPi| Alumnus Universitas Nasional Australia (ANU) Gregorius Neonbasu SVD, PhD mendesak Presiden Joko Widodo mengangkat isu pencemaran Laut Timor sebagai salah satu agenda pembicaraan dalam pertemuannya dengan PM Australia Malcolm Turnbull di Australia dalam kunjungan nya pada November 2016 ini.

"Agenda tersebut menjadi sangat penting untuk mendukung upaya hukum yang dilakukan oleh lebih dari 13.000 petani rumput laut asal Nusa Tenggara Timur di Pengadilan Federal Australia yang menjadi korban dari pencemaran tersebut," kata Neonbasu yang juga rohaniawan Katolik itu kepada pers di Kupang, Senin.

Tumpahan minyak mentah bercampur bubuk kimia sangat beracun dispersan yang mencemari hampir 90 persen wilayah perairan Indonesia di Laut Timor itu akibat meledaknya anjungan minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009.

Sebagian besar wilayah pesisir selatan kepulauan Nusa Tenggara Timur mengalami pencemaran sehingga upaya budidaya rumput laut yang dilakukan masyarakat pesisir menjadi gagal total, dan hasil penangkapan nelayan yang bersumber dari Laut Timor juga mengalami penurunan yang signifikan.

"Sebagian besar nelayan kita sudah hengkang ke wilayah perairan Sumatera dan Kalimantan untuk mencari sumber kehidupan baru di sana," komentar Ketua Aliansi Nelayan Tradisional Laut Timor (Antralamor) H Farren Mustafa kepada Antara secara terpisah.

Neonbasu yang juga Ketua Dewan Riset Daerah Nusa Tenggara Timur itu mengatakan pertemuan Jokowi-Malcolm berada pada suatu dimensi waktu yang tepat di tengah lebih dari 13.000 petani rumput laut yang sedang menggugat PTTEP Australasia secara "class action" di Pengadilan Federal Australia di Sydney sejak 22 Agustus 2016.

"Masalah rumput laut, itu persoalan kecil,tetapi masih ada persoalan yang lebih besar lagi yang harus dibicarakan oleh Jokowi-Malcolm seperti restorasi wilayah perairan Laut Timor, kerusakan ekosistem laut, dampak kesehatan yang dialami oleh masyarakat pesisir, dan nelayan NTT serta sebuah legal preseden dalam kasus ini sangat penting bagi kedua negara," kata antropolog budaya dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang itu.

back to top