Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Presiden Jokowi mengecam tindakan Israel

Presiden Jokowi mengecam tindakan Israel
Bantul-KoPi|Presiden Republik Indonesia, Jokowi menyatakan Indonesia mengecam keras tindak kekerasan dan pelarangan beribadah pasukan Israel kepada kaum muslimin di Masjid Al-Aqsa,Yerusalem menyusul tewasnya tiga warga Palestina, 21 Juli 2017.
"Indonesia mengecam keras terkait pembatasan beribadah di Masjid Al-aqsa, dan sekali lagi Indonesia juga mengecam keras  kekerasan yang terjadi hingga mengakibatkan jatuhnya tiga korban jiwa ,"tegasnya saat ditemui di Bantul, Sabtu (22/7).
 
Presiden juga menyatakan akan meminta Sekjen PBB untuk segera menggelar sidang dewan keamanat untuk membahas krisis di Masjid Al-Aqsa.
 
Sebelumya laporan  Al-Jazeera ,melaporkan  seorang pemukim Israel membunuh Muhammad Mahmoud Sharaf pemuda Palestina berusia 18 tahun di lingkungan Ras al-Amud berlokasi di Yerusalem Timur di hsri Jum’at.
 
Insiden kedua ,menimpa seorang warga Palestina berusia 20 tahun,  Muhamad Hasan Abu Ghanam yang terbunuh akibat tembakan pasukan  Israel saat demonstrasi berlangsung di Yerusalem.
 
Dan insiden terakhir ,pasukan Israel membunuh korban ketiganya yaitu Muhamad Mahmoud Khalaf usia 17 tahun  saat bentrokan di Tepi Barat.
 
Menurut organisasi Bulan Sabit Merah, terdapat 450 orang  terluka  dan setidaknya 215 luka-luka disebabkan lemparan gas air mata akibat diterjunkannya  pasukan Israel saat demonstrasi di Yerusalem dan Tepi Barat. (Sumber Al-Jazeera)
 
back to top