Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Presiden baru Mesir: kebebasan tanpa komitmen = gangguan

Presiden baru Mesir: kebebasan tanpa komitmen = gangguan

Kairo-KoPi, Mantan panglima militer Mesir Abdel-Fattah al-Sisi, yang telah disumpah untuk menjadi presiden yang baru di Mesir mengatakan tidak ada rekonsiliasi atau perdamaian bagi siapa saja yang “melakukan kejahatan atau menimbulkan kekerasan” terhadap Mesir.

Dalam upacara pada hari Minggu (8/6) di istana kepresidenan  Qubba, Sisi mengatakan dia melihat ke depan untuk “rekonsiliasi bagi semua warga Negara, kecuali terhadap yang melakukan kejahatan terhadap bangsa atau menggunakan kekerasan sebagai metodologi,” dan juga menjelaskan bahwa “orang-orang yang menumpahkan darah dari orang mesir tidak akan punya tempat dalam kasus tersebut.”

Presiden baru yang berorientasi militer tersebut dan merupakan pempinan dalam penggulingan presiden sebelumnya, Mohamed Morsi pada Juli tahun lalu, memenangkan suara dengan perolehan 97% persen dari hasil Pemilu Minggu lalu. Pendukung Morsi yang didukung oleh Ikhwanul Muslimin yang sekarang di blacklist menganggap hal tersebut adalah “kudeta militer.”

Sisi mengatakan dia akan bekerja untuk pembangunan yang komphrensif, memerangi terorisme dan meningkatkan keamanan.
Namun, beberapa khawatir dalam pemerintahannya Sisi akan menjadi reproduksi mantan rezim Hosni Mubarak yang ditandai dengan penindasan dan kebrutan polisi.

Ia mengatakan dalam pidatonya bahwa ia akan bekerja keras dalam menciptakan “hubungan yang sehat antara aparat keamanan dan penduduk sipil didasarkan pada menjaga martabat dan menghormati kebebasan.” Namun ia memperingatkan bahwa “kebebasan tanpa komitmen akan menyebabkan gangguan.”

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhuanews

back to top