Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Presiden baru Mesir: kebebasan tanpa komitmen = gangguan

Presiden baru Mesir: kebebasan tanpa komitmen = gangguan

Kairo-KoPi, Mantan panglima militer Mesir Abdel-Fattah al-Sisi, yang telah disumpah untuk menjadi presiden yang baru di Mesir mengatakan tidak ada rekonsiliasi atau perdamaian bagi siapa saja yang “melakukan kejahatan atau menimbulkan kekerasan” terhadap Mesir.

Dalam upacara pada hari Minggu (8/6) di istana kepresidenan  Qubba, Sisi mengatakan dia melihat ke depan untuk “rekonsiliasi bagi semua warga Negara, kecuali terhadap yang melakukan kejahatan terhadap bangsa atau menggunakan kekerasan sebagai metodologi,” dan juga menjelaskan bahwa “orang-orang yang menumpahkan darah dari orang mesir tidak akan punya tempat dalam kasus tersebut.”

Presiden baru yang berorientasi militer tersebut dan merupakan pempinan dalam penggulingan presiden sebelumnya, Mohamed Morsi pada Juli tahun lalu, memenangkan suara dengan perolehan 97% persen dari hasil Pemilu Minggu lalu. Pendukung Morsi yang didukung oleh Ikhwanul Muslimin yang sekarang di blacklist menganggap hal tersebut adalah “kudeta militer.”

Sisi mengatakan dia akan bekerja untuk pembangunan yang komphrensif, memerangi terorisme dan meningkatkan keamanan.
Namun, beberapa khawatir dalam pemerintahannya Sisi akan menjadi reproduksi mantan rezim Hosni Mubarak yang ditandai dengan penindasan dan kebrutan polisi.

Ia mengatakan dalam pidatonya bahwa ia akan bekerja keras dalam menciptakan “hubungan yang sehat antara aparat keamanan dan penduduk sipil didasarkan pada menjaga martabat dan menghormati kebebasan.” Namun ia memperingatkan bahwa “kebebasan tanpa komitmen akan menyebabkan gangguan.”

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhuanews

back to top