Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Presiden baru Mesir: kebebasan tanpa komitmen = gangguan

Presiden baru Mesir: kebebasan tanpa komitmen = gangguan

Kairo-KoPi, Mantan panglima militer Mesir Abdel-Fattah al-Sisi, yang telah disumpah untuk menjadi presiden yang baru di Mesir mengatakan tidak ada rekonsiliasi atau perdamaian bagi siapa saja yang “melakukan kejahatan atau menimbulkan kekerasan” terhadap Mesir.

Dalam upacara pada hari Minggu (8/6) di istana kepresidenan  Qubba, Sisi mengatakan dia melihat ke depan untuk “rekonsiliasi bagi semua warga Negara, kecuali terhadap yang melakukan kejahatan terhadap bangsa atau menggunakan kekerasan sebagai metodologi,” dan juga menjelaskan bahwa “orang-orang yang menumpahkan darah dari orang mesir tidak akan punya tempat dalam kasus tersebut.”

Presiden baru yang berorientasi militer tersebut dan merupakan pempinan dalam penggulingan presiden sebelumnya, Mohamed Morsi pada Juli tahun lalu, memenangkan suara dengan perolehan 97% persen dari hasil Pemilu Minggu lalu. Pendukung Morsi yang didukung oleh Ikhwanul Muslimin yang sekarang di blacklist menganggap hal tersebut adalah “kudeta militer.”

Sisi mengatakan dia akan bekerja untuk pembangunan yang komphrensif, memerangi terorisme dan meningkatkan keamanan.
Namun, beberapa khawatir dalam pemerintahannya Sisi akan menjadi reproduksi mantan rezim Hosni Mubarak yang ditandai dengan penindasan dan kebrutan polisi.

Ia mengatakan dalam pidatonya bahwa ia akan bekerja keras dalam menciptakan “hubungan yang sehat antara aparat keamanan dan penduduk sipil didasarkan pada menjaga martabat dan menghormati kebebasan.” Namun ia memperingatkan bahwa “kebebasan tanpa komitmen akan menyebabkan gangguan.”

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhuanews

back to top