Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Positif mengandung virus, petani Magelang dilarang menanam cabai Dragon Chili

Positif mengandung virus, petani Magelang dilarang menanam cabai Dragon Chili

Magelang-KoPi| Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Ir. Wijayanti, M.Si memberikan keterangan terkait pemberitaan diedarkannya bibit cabai China yang diduga bervirus oleh mahasiswa S2 Indonesia di Kabupaten Magelang.

Wijayanti mengatakan pihak PUPT (Petugas Pengendali Hama Tanaman) telah melakukan verifikasi ke lokasi penanaman bibit cabai di daerah Selambu, Citrosono, Grabag, Magelang.

"Kami menemukan lahan seluas 3,9 hektar yang ditanami bibit cabai asal China itu. Ternyata yang menanamnya dari perseorangan atau kelompok yang tidak tergabung dalam kelompok tani yang selama ini dibina oleh Dinas Pertanian Kabupaten Magelang,"kata Wijayanti di Kantor Dinas Petanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Magelang, Jumat 13 Januari 2017.

Sementara itu hasil penelitian yang didapat dari laborarium di Kedu menyatakan dari lima sampel, empat positif mengandung virus kuning atau bule dan satu positif bakteri jenis pyctopora.

Saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Magelang melarang perluasan tanaman cabai itu. Menurut Wijayanti meskipun tidak terlalu berbahaya, tetapi virus kuning (bule) bisa mengurangi hasil panen.

"Virus kuning telah menjadi endemis makanya saya perintahkan agar tidak menambah masalah lebih lanjut," jelasnya. "Tetapi untuk masalah membongkarnya, itu bukan wewenang kami, pihak balai karantinalah yang akan berkompetensi dalam hal ini.

Sementara itu menurut salah satu penduduk yang tidak mau disebutkan identitasnya menyebutkan bahwa lahan yang digunakan adalah lahan sewa. Ada investor China dan orang dari Jogja yang mendanai semuanya. Luas lahan yang disewa semula diinginkan 5 hektar, tetapi hanya mendapatkan 3,9 hektar dengan posisi lokasi tersebar. Menurut penduduk setempat, Mj merupakan perantara yang mencarikan lahan sewa dan pengelolanya adalah Aj yang berasal dari Godean, Yogyakarta.

BACA: Jateng dan DIY diserang cabai yang diduga bervirus asal China

back to top