Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

POMNAS Aceh, kontingen Jatim tak kejar target khusus

POMNAS Aceh, kontingen Jatim tak kejar target khusus
Surabaya-KoPi| Jawa Timur secara resmi memberangkatkan kontingennya untuk berlaga di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIV di Nangroe Aceh Darussalam, Jumat pagi tadi (13/10). Kontingen tersebut dilepas oleh Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur Djoko Santoso.
 

Untuk laga POMNAS kali ini, Jatim mengikuti 13 dari 14 cabor yang ditandingkan. Satu-satunya cabor yang absen diikuti Jatim adalah bola voli indoor putera dan puteri. Sekretaris BAPOMI Jatim Edy Mintarto mengatakan, Jatim telah menyiapkan atlet di 13 cabor. Cabor tersebut antara lain atletik, basket, bulutangkis, catur, futsal, karate, panahan, pencak silat, renang, sepak takraw, tarung derajat, tenis lapangan, dan tenis meja. Sedangkan tiga cabor eksibisi yang diikuti adalah gulat, kempo, dan pentaque.

“Tim Jatim siap bertanding, kami sudah mempersiapkan atlet sejak Mei lalu,” tandas Edy Mintarto.

Jatim memberangkatkan 160 atlet mahasiswa. Atlet terbanyak antara lain berasal dari Universitas Negeri Surabaya/UNESA (62 atlet dan pelatih), Universitas Airlangga/UNAIR (24 atlet), Universitas Brawijaya/UB (22 atlet), Universitas Negeri Malang/UM (16 atlet), Universitas Surabaya/Ubaya (10 atlet), dan Universitas Widya Kartika/UWK (5 atlet). Sisanya berasal dari universitas lain di Jawa Timur.

Ketua BAPOMI Jatim Djoko Santoso mengaku tidak ada target khusus dalam POMNAS di Aceh kali ini. BAPOMI Jawa Timur hanya berharap dapat menjalin silaturahmi dan kebersamaan melalui partisipasi mereka.

“Kalau nanti atlet-atlet kita memperoleh medali emas, perak atau perunggu, itu bonus, hasil kerja keras selama ini dalam mempersiapkan diri,” kata Djoko. Pada ajang POMNAS XIII di Yogyakarta tahun 2013 lalu, kontingen atlet mahasiswa Jawa Timur meraih posisi sebagai runner-up, hanya kalah oleh kontingen DKI Jakarta.

Kendati demikian Djoko meminta atlet mahasiswa Jawa Timur tetap menunjukkan semangat pantang menyerah dan menunjukkan yang terbaik kepada masyarakat. Ia juga memohon bantuan doa kepada masyarakat Jawa Timur, khususnya insan perguruan tinggi di Jatim agar Jatim mampu mempertahankan prestasi.

Pernyataan Djoko tersebut cukup disayangkan, karena atlet Jatim tampak kurang berambisi mengejar prestasi. Padahal, selama ini atlet Jatim dikenal disegani. Jika atlet mahasiswa tidak dipersiapkan mengejar prestasi, akan disayangkan jika harus bersaing dengan atlet lain dari luar negeri. Padahal, sebagai atlet mahasiswa, mereka juga berpeluang untuk berlaga di ajang internasional seperti Olimpiade.

back to top