Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

POMNAS Aceh, kontingen Jatim tak kejar target khusus

POMNAS Aceh, kontingen Jatim tak kejar target khusus
Surabaya-KoPi| Jawa Timur secara resmi memberangkatkan kontingennya untuk berlaga di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIV di Nangroe Aceh Darussalam, Jumat pagi tadi (13/10). Kontingen tersebut dilepas oleh Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur Djoko Santoso.
 

Untuk laga POMNAS kali ini, Jatim mengikuti 13 dari 14 cabor yang ditandingkan. Satu-satunya cabor yang absen diikuti Jatim adalah bola voli indoor putera dan puteri. Sekretaris BAPOMI Jatim Edy Mintarto mengatakan, Jatim telah menyiapkan atlet di 13 cabor. Cabor tersebut antara lain atletik, basket, bulutangkis, catur, futsal, karate, panahan, pencak silat, renang, sepak takraw, tarung derajat, tenis lapangan, dan tenis meja. Sedangkan tiga cabor eksibisi yang diikuti adalah gulat, kempo, dan pentaque.

“Tim Jatim siap bertanding, kami sudah mempersiapkan atlet sejak Mei lalu,” tandas Edy Mintarto.

Jatim memberangkatkan 160 atlet mahasiswa. Atlet terbanyak antara lain berasal dari Universitas Negeri Surabaya/UNESA (62 atlet dan pelatih), Universitas Airlangga/UNAIR (24 atlet), Universitas Brawijaya/UB (22 atlet), Universitas Negeri Malang/UM (16 atlet), Universitas Surabaya/Ubaya (10 atlet), dan Universitas Widya Kartika/UWK (5 atlet). Sisanya berasal dari universitas lain di Jawa Timur.

Ketua BAPOMI Jatim Djoko Santoso mengaku tidak ada target khusus dalam POMNAS di Aceh kali ini. BAPOMI Jawa Timur hanya berharap dapat menjalin silaturahmi dan kebersamaan melalui partisipasi mereka.

“Kalau nanti atlet-atlet kita memperoleh medali emas, perak atau perunggu, itu bonus, hasil kerja keras selama ini dalam mempersiapkan diri,” kata Djoko. Pada ajang POMNAS XIII di Yogyakarta tahun 2013 lalu, kontingen atlet mahasiswa Jawa Timur meraih posisi sebagai runner-up, hanya kalah oleh kontingen DKI Jakarta.

Kendati demikian Djoko meminta atlet mahasiswa Jawa Timur tetap menunjukkan semangat pantang menyerah dan menunjukkan yang terbaik kepada masyarakat. Ia juga memohon bantuan doa kepada masyarakat Jawa Timur, khususnya insan perguruan tinggi di Jatim agar Jatim mampu mempertahankan prestasi.

Pernyataan Djoko tersebut cukup disayangkan, karena atlet Jatim tampak kurang berambisi mengejar prestasi. Padahal, selama ini atlet Jatim dikenal disegani. Jika atlet mahasiswa tidak dipersiapkan mengejar prestasi, akan disayangkan jika harus bersaing dengan atlet lain dari luar negeri. Padahal, sebagai atlet mahasiswa, mereka juga berpeluang untuk berlaga di ajang internasional seperti Olimpiade.

back to top