Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Politik uang akan meningkat tahun ini

Politik uang akan meningkat tahun ini

Jogja-KoPi│Politik uang diprediksi akan meningkat lebih dari 50-60% tahun ini, setelah sebelumnya sebesar 48% di tahun 2009, Kamis (9/2).

Ketua LSI dan Pakar Komunikasi Politik, Kuskridho Ambardi, M.A, Ph.D dalam Analisis Demografis PILKADA di Indonesia, PUKAT, memprediksi bahwa politik uang akan selalu meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2009 diketahui terdapat sebesar 48% masyarakat Indonesia yang menerima politik uang.

“Kemungkinan besar pada tahun ini akan lebih dari 50-60%,” tuturnya.

Faktor politik uang dapat menjadi hal yang penting dalam situasi tertentu. “Politik uang akan menjadi penting ketika selisih jumlah suara antar kandidat kecil. Semakin kecil selisih suara antar kandidat, semakin penting politik uang,” katanya.

Sedangkan, selisih suara sendiri diperoleh kandidat dari survey. “Kandidat akan mengetahui berapa selisih suara yang akan diperolehnya dengan kandidat lain. Jika selisihnya kecil, maka kandidat akan menggunakan politik uang,” jelasnya.

Di sisi lain, terdapat akar kultural dan ekonomi yang tidak dapat dipisahkan dari politik uang. “APBD yang diambil untuk dibagikan ke masyarakat, untuk membantu masyarakat tidak dapat dikatakan sebagai korupsi. Pembagian kekayaan pribadi dan publik belum biasa dilakukan di Indonesia,” jelasnya lagi.

Untuk menekan politik uang diperlukan adanya kampanye besar-besaran dari KPK yang menyatakan bahwa politik uang adalah korupsi. “Perlu adanya kampanye besar-besaran dari KPK untuk menyatakan politik uang itu korupsi,” pungkasnya.

back to top