Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Politik dinasti menggurita

ilustrasi: colors-and-grays.blogspot.com ilustrasi: colors-and-grays.blogspot.com
Pada tahun 2013 saja, menurut Gamawan Fauzi ada 58 kasus politik dinasti baik pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Selain pada pemerintahan, politik dinasti pun menggurita di lingkungan parpol. Ayah, ibu, anak-anak, sampai keponakan menguasai struktur kekuasaan di dalam pemerintahan dan parpol. Apa dampak politik dinasti ini?

Politik dinasti merupakan praktik menguasai struktur kekuasaan berbasis pada ikatan darah atau keturunan untuk mewujudkan atau melindungi kepentingan garis keluarga. Oleh karena itu, posisi dan peranan di dalam organisasi selalu berdasar pada garis keturunan. Aktor  politik yang tidak memiliki garis keturunan, hanya akan menjadi pemain pinggiran, figuran, atau boneka. Pemain figuran biasanya cukup senang mendapatkan hanya 'recehan' peranan.

Organisasi politik, baik itu pemerintahan maupun parpol, jika telah terinfeksi politik dinasti akan mengalami pembusukan secara sistematis. Terutama pembusukan pada kualitas keorganisasian, kemampuan organisasi merealisasikan visi dan misi sangat buruk. Sebab para aktor politik dinasti dipilih bukan berdasar pada kualitas pengetahuan, keterampilan dan komitmen.

Demokrasi merupakan sistem, baik kelembagaan dan kebudayaan, yang melandaskan pada nilai inheren demokrasi seperti keterbukaan, rasionalitas dan komitmen mencapai prestasi. Oleh sebab itu demokrasi hanya bisa bekerja untuk mewujudkan kesejahteraan publik dan mencapai tujuan negara apabila para aktor politik mempraktikkan nilai inheren demokrasi.

Praktik politik dinasti menyebabkan kebijakan dirumuskan dan diimplementasikan secara tertutup, rentan kecurangan dan cenderung korup. Kasus politik dinasti di Banten oleh Ratu Atut telah menyebabkan kebijakan-kebijakan pembangunan buruk rupa. Rakyat tetap miskin, korupsi merajalela, dan birokrasi mengalami pembusukan kinerja.

Parpol-parpol pun tidak terbebas dari infeksi politik dinasti tersebut, baik pada tingkat pusat dan daerah. Bisa dibayangkan bagaimana kualitasnya?

Indonesia membutuhkan politik demokratis yang rasional, setara, terbuka, dan komitmen berprestasi untuk membangun kualitas demokrasi. Tanpa politik demokratis, sistem keorganisasian negara, pemerintahan, dan parpol akan menciptakan kemudharatan daripada kemaslahatan.

 

back to top